JAKARTA, Probusmedia — Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menyetujui kelanjutan proyek pelebaran Jalan Raya Joglo, Jakarta Barat, yang terhenti sejak 2019. Proyek tersebut diharapkan dapat mengurai kemacetan di jalur penghubung Jakarta dan Tangerang.
Pramono mengatakan, pelebaran jalan diperlukan mengingat kawasan Kembangan, Jakarta Barat, berbatasan langsung dengan Tangerang dan menjadi salah satu jalur mobilitas masyarakat.
“Jadi, Kembangan ini berbatasan dengan Tangerang. Dan jalan itu juga jalan sebenarnya berbatasan dengan Tangerang. Maka memang ada keperluan untuk melakukan pelebaran jalan di tempat itu,” kata Pramono, dikutip Rabu (4/11/2026).
Menurut Pramono, rencana kelanjutan proyek tersebut telah disetujui dalam rapat bersama jajaran Pemerintah Kota Jakarta Barat dan organisasi perangkat daerah (OPD) terkait.
Meski demikian, ia memperkirakan pengerjaan pelebaran jalan membutuhkan waktu hingga 2028.
“Memang mungkin tidak selesai di tahun 2027 ini, untuk pelebaran dan sebagainya mungkin perlu waktu sampai dengan 2028,” ujarnya.
Sementara itu, Camat Kembangan Fahmi mengatakan kelanjutan pelebaran Jalan Raya Joglo merupakan salah satu aspirasi warga setempat.
Ia mengungkapkan proyek pelebaran jalan tersebut telah terhenti sejak 2019, dengan sisa ruas yang belum dikerjakan sepanjang 2,3 kilometer.
“Sejak tahun 2019 itu sudah tidak ada lagi pekerjaan, sementara yang tersisa hanya tinggal 2,3 kilometer,” kata Fahmi.
Fahmi berharap kelanjutan proyek tersebut dapat menjadi solusi untuk mengurangi kemacetan, khususnya bagi masyarakat yang melintasi jalur penghubung Tangerang dan Jakarta Barat.
“Karena ini jalur vital dari warga Tangerang menuju Jakarta Barat, dan itu kemacetannya luar biasa, dan mudah-mudahan juga ini menjadi solusi kemacetan di Jakarta,” tandasnya.









