JAKARTA, Probusmedia — Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung memastikan rencana penawaran umum perdana saham atau initial public offering (IPO) Bank Jakarta dan PT PAM Jaya tetap berlanjut meskipun kondisi pasar modal sedang lesu.
Pramono mengatakan, pelaksanaan IPO Jakpro masih menunggu momentum dan hingga pasar modal membaik. Dengan begitu, rencana tersebut dapat direalisasikan.
“Untuk IPO karena pasarnya lagi lesu dan juga lagi seperti ini, tentunya menunggu momen yang tepat,” kata Pramono dikutip Selasa (3/11/2026).
Meski kondisi pasar belum kondusif, Pramono telah menginstruksikan PT PAM Jaya agar tetap melanjutkan rencana tersebut.
“Tapi saya sudah minta kepada Dirut dan juga Direksi bahwa rencana ini tetap diteruskan, jangan berhenti,” ujarnya.
Pramono berharap pasar modal membaik pada tahun depan. Jika kondisi tersebut tercapai, dia akan mempersilakan Jakpro melanjutkan rencana IPO.
“Nanti momentumnya pasti mudah-mudahan harapannya tahun depan pasarnya sudah membaik, dan kalau pasarnya sudah membaik, saya akan mempersilakan untuk di-IPO-kan,” tandasnya.
Sebelumnya, Pramono berharap IPO PAM Jaya dan Bank Jakarta bisa terlaksana pada 2027. Namun, ia belum memastikan kapan pelaksanaan rencana tersebut terealisasikan.
Pemprov DKI memastikan tidak akan kehilangan kendali atas kedua perusahaan itu jika melantai di bursa. Pasalnya, Pemprov DKI akan tetap menjadi pemegang saham mayoritas di PAM Jaya maupun Bank Jakarta.
Dengan begitu, PAM Jaya dan Bank Jakarta diharapkan bisa meningkatkan kinerja perusahaan tanpa mengabaikan pelayanan kepada masyarakat.







