JAKARTA, Probusmedia — Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengungkapkan sebanyak 2.155 penerima baru bantuan pendidikan berupa Kartu Jakarta Mahasiswa Unggul (KJMU) di Jakarta tercatat memiliki Nomor Induk Kependudukan (NIK) luar Jakarta.
Karena itu, Pramono meminta maaf atas keterlambatan pencairan bantuan KJMU.
“Penerima baru dengan NIK di luar Jakarta sekarang ini ada 2.155. Memang agak kompleks apa persoalannya,” kata Pramono, Selasa (3/11/2026).
“Pemerintah DKI Jakarta menyampaikan permohonan maaf atas keterlambatan ini,” sambungnya.
Pramono mengatakan, pemerintah daerah menemukan sejumlah ketidaksesuaian data penerima beasiswa yang menyebabkan proses pencairan KJMU terkendala.
“Yang kedua adalah NIK yang tidak sesuai dengan jenis kelamin, usia, dan juga tanggal lahir, ini cukup banyak,” ujarnya.
Selain persoalan NIK, kata Pramono, tercatat sebanyak 1.100 rekening penerima masih menggunakan 10 digit, sedangkan nomor rekening saat ini terdiri atas 11 digit.
“Sehingga kalau kemudian kita transfer pasti akan menimbulkan persoalan di lapangan,” ungkapnya.
Pemprov DKI Jakarta juga menemukan perubahan data akibat pembaruan desil serta ketidaksesuaian data RT, RW, kelurahan, dan kecamatan.
Pramono mengakui persoalan tersebut cukup kompleks sehingga menyebabkan keterlambatan pencairan bantuan hingga hari ketiga.
“Penerima baru yang belum mempunyai rekening KJP ada 14.554 dan kemudian KJMU 6.587,” jelasnya.
Meski demikian, ia memperpanjang pencairan bagi penerima hingga hari ini. Sementara itu, Pramono menargetkan pencairan bagi penerima KJMU rampung paling lambat Jumat (6/11/2026).







