JAKARTA, Probusmedia – Bareskrim Polri menyebut sebagian besar kasus kebakaran hutan dan lahan (karhutla) terjadi akibat pembakaran, bukan semata-mata faktor alam atau fenomena El Nino.





Penulis
Langgeng Puji
Editor
Irfan KamilDirektur Tindak Pidana Tertentu (Dirtipidter) Bareskrim Polri Brigjen Mohammad Irhamni mengatakan, penyidik menemukan sejumlah barang bukti yang mengarah pada dugaan pembakaran secara sengaja.
Barang bukti tersebut antara lain bahan bakar minyak (BBM) jenis Pertalite dan Solar yang ditemukan dalam botol maupun jeriken.
“Sebagian besar yang kami lakukan penyidikan terbakar karena dibakar. Tadi barang buktinya ada BBM, ada Pertalite, ada Solar yang di dalam jeriken ataupun di botol tadi kan tadi barang bukti yang ada,”
kata Irhamni di Gedung Humas Polri, Jakarta Selatan, Minggu (23/8/2026).
Irhamni mengatakan, faktor alam seperti kondisi kemarau memang dapat menjadi penyebab terjadinya kebakaran.
Namun, menurut dia, kebakaran yang dipicu faktor alam jumlahnya tidak banyak dan relatif lebih mudah ditangani dibandingkan kebakaran yang sengaja dilakukan.
“Kalau tidak ada pemicu membakar, saya kira tidak terbakar,” ujar Irhamni.
Dia menjelaskan, pemerintah bersama sejumlah pemangku kepentingan, termasuk Polri dan TNI, telah melakukan berbagai upaya untuk mengantisipasi dan menangani karhutla selama musim kemarau.
Menurut Irhamni, kebakaran yang muncul akibat faktor alam umumnya dapat segera dipadamkan karena skalanya tidak terlalu besar.
“Kalau pun ada terbakar karena faktor alam itu kan enggak banyak jumlahnya. Saya kira bisa dipadamkan,” katanya.
Baca juga:
Polisi Tetapkan 72 Tersangka KarhutlaSebaliknya, Irhamni mengatakan kebakaran yang sengaja dilakukan dapat terjadi secara masif sehingga lebih sulit dikendalikan.Kondisi kemarau panjang membuat lahan dan vegetasi menjadi kering. Ketika api sengaja dinyalakan, api dapat dengan cepat menjalar dan meluas ke area lain.
“Akan tetapi kalau dibakar kan masif. Nah itu yang menyulitkan untuk dilakukan pemadaman,” ujar Irhamni.