JAKARTA, Probusmedia — Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat 103 jiwa meninggal dunia akibat pascagempa NTT per Selasa (25/8/2026).
Plt. Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan Berton SP Panjaitan mengatakan jumlah korban jiwa itu tersebar di tujuh wilayah kabupaten.
Ketujuh kabupaten itu yakni Manggarai, Manggarai Timur, Nagekeo, Sikka, Ngada, Ende, dan Manggarai Barat.
“Untuk Manggarai sebanyak 41 jiwa, Manggarai Timur 34 jiwa, Nagekeo 13 jiwa, Sikka 6 Jiwa, Ngada 5 jiwa, Ende 3 Jiwa, Manggarai Barat 1 jiwa,” kata Berton, dalam keterangannya.
Berton juga memaparkan bahwa BNPB telah merinci data korban meninggal dunia dari persentase pengelompokkan jenis kelamin dan usia. Untuk kelompok umur terdiri atas lansia, balita, batita, anak dan remaja, dan dewasa.
Dari data tersebut tercatat korban meninggal dunia didominasi oleh perempuan, sedangkan untuk kelompok umur oleh lansia.
“Laki-laki sebanyak 45 persen, sedangkan perempuan 55 persen,” kata dia.
“Kami dapat katakan bahwa yang terbesar itu adalah lansia yaitu sejumlah 37 persen, dewasa sebanyak 37 persen, anak-anak dan remaja sebanyak 12 persen, dan sisanya adalah balita dan batita,” tambah Berton.
Selain itu, Berton juga menyampaikan jumlah korban yang mengalami luka-luka akibat gempa bertambah menjadi 1.666 orang. Jumlah itu bertambah 63 orang dari sebelumnya 1.603 orang.
“Yang terbesar itu ada di Manggarai Timur, di mana luka berat sebanyak 404 orang luka ringan dan 239 orang luka berat. Kemudian diikuti Manggarai total sebanyak 474 orang luka ringan dan 58 jiwa luka berat,” kata Berton.






