JAKARTA, Probusmedia — PDI Perjuangan (PDIP) memastikan komunikasi politik terkait polemik ijazah Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka tidak hanya dilakukan dengan Partai Keadilan Sejahtera (PKS).
Partai berlambang kepala banteng itu juga membuka komunikasi dengan sejumlah partai politik lain di DPR untuk membahas persoalan tersebut.
“PDIP juga membuka komunikasi dengan partai-partai lain, tidak hanya PKS,”
kata Juru bicara PDIP Guntur Romli saat dihubungi, Jumat (30/10/2026).
Ia menjelaskan, Sekretaris Jenderal PDIP Hasto Kristiyanto telah bertemu dengan Sekretaris Jenderal PKS Muhammad Kholid.
Guntur menyebut, langkah tersebut dilakukan karena polemik ijazah Gibran dinilai berkaitan dengan persoalan konstitusi dan peraturan perundang-undangan.
PDIP menilai persoalan itu perlu mendapat perhatian bersama dari partai-partai di parlemen.
“Karena hal ini terkait dengan konstitusi dan marwah peraturan perundang-undangan yang diacak-acak untuk meloloskan satu orang, Gibran,” katanya.
Dia menegaskan, PDIP tidak ingin dugaan manipulasi konstitusi kembali terjadi pada masa mendatang.
“Karena itu, partainya berupaya membangun komunikasi dengan kekuatan politik lain untuk menyuarakan persoalan tersebut,” ujarnya.
Sebelumnya, Sekretaris Jenderal PKS Muhammad Kholid mengungkapkan telah berkomunikasi dengan Hasto Kristiyanto mengenai polemik ijazah Gibran.
Dalam komunikasi tersebut, Hasto disebut menyambut positif aspirasi masyarakat yang disampaikan PKS.
“Terakhir saya sempat komunikasi dengan Sekjen PDIP Mas Hasto,” kata Kholid saat dihubungi, Kamis (29/10/2026).
Baca juga:
MA Batalkan Suket Ijazah GibranKholid menyebut Hasto bahkan menghubunginya secara langsung untuk menyampaikan respons PDIP terhadap aspirasi publik. Menurut dia, PDIP menyambut baik perhatian masyarakat terhadap polemik ijazah Gibran.
“Beliau hubungi saya dan sampaikan ke saya, bahwa PDIP menyambut baik aspirasi publik terkait ijazah gate,” katanya.








