JAKARTA, Probusmedia — Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat sebanyak 111 orang meninggal dunia imbas gempa yang melanda NTT per Sabtu (29/8/2026).
“Jumlah yang meninggal tetap sebesar 111 orang dan tetap kita mohon doa untuk seluruh yang meninggal akibat dari gempa ini untuk kiranya diberikan ketabahan buat keluarga,” ucap Plt Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton SP Panjaitan dikutip di Jakarta, Sabtu (29/8/2026).
Dari data itu, BNPB mencatat korban yang meninggal dunia didominasi oleh wanita dan lansia.
“Yang pertama adalah laki-laki sebesar 43,6 persen diikuti oleh perempuan 56,4 persen,” tutur dia.
“Sedangkan untuk kelompok umur yang paling besar itu adalah lansia sebesar 45 persen, diikuti dewasa sebesar 37 persen, anak dan remaja 12 persen, selanjutnya ada batita 5 persen dan balita,” imbuhnya.
Di samping itu, warga yang mengungsi pascagempa mengalami kenaikan yang signifikan imbas gempa.
Jumlah tersebut bertambah sebanyak 16.394 pengungsi dengan total menjadi 193. 303 warga yang mengungsi.
Bantuan Logistik BNPB
Berton mengatakan terhitung sejak 28 Agustus 2026, BNPB telah mendistribusikan bantuan melalui jalur darat dari posko pendukung logistik nasional (Posduklognas) Halim Perdanakusuma sebanyak 107 ton melalui jalur darat.
Bantuan tersebut disalurkan ke 8 wilayah terdampak. Di antaranya Manggarai sebesar 17 ton, Manggarai Timur seberat 16 ton, Sikka sebesar 10 ton.
Kemudian, Nagekeo sebanyakb16 ton, Posko logistik Labuan Bajo sebanyak 10 ton, Manggarai Barat sebanyak 14 ton, Ngada sebanyak 8 ton, dan Ende sebanyak 16 ton.
“Jadi ini merupakan bantuan yang kami distribusikan untuk masyarakat terdampak,” kata dia.
Selain itu, BNPB telah menyalurkan bantuan logistik melalui jalur udara menggunakan pesawat berjenis Airbus A-4002 sebesar 22 ton.
Bantuan tersebut ditujukan ke Maumere dan telah tiba sejak pukul 08.47 WIB. Pemenuhan kebutuhan itu terdiri dari bantuan permakanan dan non makanan.
Kebutuhan permakanan itu mencakup paket sembako, mie instan, air mineral kemasan dus dan galon, makanan tambahan untuk bayi dan ibu hamil serta biskuit.
Sedangkan untuk non makanan berupa matras, kasur lipat, dan RO Portable.








