




Penulis
Fadel PrayogaEditor
Ponco SulaksonoJAKARTA, Probusmedia — Sebelas hari setelah gempa bumi magnitudo 7,7 mengguncang Nusa Tenggara Timur (NTT), Presiden Prabowo Subianto belum tercatat melakukan kunjungan langsung ke wilayah terdampak.
Meski demikian, Prabowo mengklaim pemerintah bergerak cepat dalam menangani bencana tersebut dan menyebut negara hadir di tengah masyarakat.
Pernyataan itu disampaikan Prabowo saat meresmikan program Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) berkapasitas 100 gigawatt peak (GWp) di Kabupaten Jembrana, Bali, Selasa (25/8/2026).
“Di NTT reaksi kita sangat cepat, sangat masif. Di mana-mana negara kita hadir,” kata Prabowo dalam sambutannya di Jembrana.
Selain NTT, Prabowo turut menyoroti penanganan bencana di Aceh yang disebutnya dapat diselesaikan lebih cepat dari perkiraan banyak pihak.
“Bencana di Aceh kita selesaikan dalam waktu yang tidak mungkin diperkirakan oleh banyak pihak,” kata Prabowo.
Menurut Prabowo, respons cepat pemerintah terhadap berbagai bencana menjadi bagian dari upaya menghadapi tantangan yang terus muncul di berbagai wilayah Indonesia.
“Walaupun kita menghadapi cobaan, walaupun kita hadapi rintangan, hambatan, kita kuat. Kita mampu, kita buktikan terus,” kata dia.
Ketua Umum Partai Gerindra itu juga mengingatkan adanya fenomena El Nino yang dinilainya cukup kuat terjadi pada tahun ini.
Kondisi tersebut, menurut dia, membuat pemerintah harus meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana dan berbagai kerawanan yang dapat terjadi.
Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat 103 jiwa meninggal dunia akibat pascagempa NTT per Selasa (25/8/2026).
Plt. Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan Berton SP Panjaitan mengatakan jumlah korban jiwa itu tersebar di tujuh wilayah kabupaten.
Ketujuh kabupaten itu yakni Manggarai, Manggarai Timur, Nagekeo, Sikka, Ngada, Ende, dan Manggarai Barat.