JAKARTA, Probusmedia — Agenda Sidang Tahunan MPR RI dan Sidang Bersama DPR RI-DPD RI 2026 telah tersusun dengan sejumlah rangkaian acara kenegaraan yang padat. Kegiatan itu akan berlangsung pada Jumat (14/8/2026).
Berdasarkan agenda pokok sidang yang diterima, Presiden Prabowo Subianto mendapat waktu paling panjang, yakni 60 menit, untuk menyampaikan laporan kinerja lembaga-lembaga negara sekaligus pidato kenegaraan dalam rangka HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.
Sidang dijadwalkan dimulai pukul 08.30 WIB dengan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya selama lima menit.
Rangkaian sidang kemudian berakhir pada pukul 10.48 WIB sehingga keseluruhan agenda berlangsung selama sekitar 2 jam 18 menit.
Setelah lagu kebangsaan, agenda dilanjutkan dengan mengheningkan cipta yang dipimpin Ketua MPR RI pada pukul 08.35-08.38 WIB.
Selanjutnya, Ketua MPR RI Ahmad Muzani membuka Sidang Tahunan MPR RI dan Sidang Bersama DPR RI-DPD RI Tahun 2026 selama tiga menit.
Pada pukul 08.41-08.46 WIB, Menteri Agama RI Nasaruddin Umar dijadwalkan memimpin pembacaan doa.
Setelah itu, Muzani akan menyampaikan pidato pengantar Sidang Tahunan MPR RI Tahun 2026 selama 20 menit hingga pukul 09.06 WIB.
Agenda berikutnya beralih kepada Ketua DPD RI Sultan Bachtiar Najamudin yang akan menyampaikan pidato pengantar Sidang Bersama DPR RI dan DPD RI Tahun 2026.
Pidato tersebut dijadwalkan berlangsung selama 20 menit, mulai pukul 09.06 hingga 09.26 WIB.
Sebelum Kepala Negara menyampaikan pidato, peserta sidang akan menyaksikan video mengenai capaian Pemerintah Republik Indonesia.
Penayangan video tersebut dijadwalkan berlangsung selama delapan menit, yakni pada pukul 09.26-09.34 WIB.
Sorotan utama kemudian berlangsung mulai pukul 09.34 WIB ketika Presiden Prabowo menyampaikan laporan kinerja lembaga-lembaga negara dan pidato kenegaraan.
Agenda tersebut mendapat alokasi waktu paling panjang, yakni 60 menit, hingga pukul 10.34 WIB.
Setelah pidato Presiden selesai, Ketua DPD RI Sultan Najamudin akan melanjutkan Sidang Tahunan MPR RI dan Sidang Bersama DPR RI-DPD RI Tahun 2026 selama tiga menit. Rangkaian tersebut dijadwalkan berlangsung pada pukul 10.34-10.37 WIB.
Sidang kemudian memasuki agenda penutupan yang dipimpin Ketua DPD RI Sultan Najamudin.
Penutupan Sidang Tahunan MPR RI dan Sidang Bersama DPR RI-DPD RI Tahun 2026 dijadwalkan berlangsung selama lima menit hingga pukul 10.42 WIB.
Setelah sidang ditutup, seluruh peserta kembali menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya selama lima menit.
Tepat pukul 10.47 WIB, agenda mencatat status “Sidang selesai” yang dijadwalkan berakhir satu menit kemudian pada pukul 10.48 WIB.
Agenda tersebut menunjukkan porsi waktu terbesar memang diberikan kepada Presiden untuk menyampaikan laporan kinerja lembaga negara sekaligus pidato kenegaraan.
Pelaksana Tugas (Plt) Sekretaris Jenderal DPR RI Suprihartini mengatakan, koordinasi antara tiga kesekretariatan telah dilakukan secara intensif untuk memastikan seluruh rangkaian agenda berjalan sesuai rencana.
“Alhamdulillah, untuk persiapan Sidang Tahunan MPR, Sidang Bersama DPR dan DPD, serta Rapat Paripurna DPR RI pada 14 Agustus ini, kami dari tiga Kesekretariatan Jenderal MPR, DPR, dan DPD terus melakukan koordinasi dan tahapan persiapan,” kata Suprihartini di Gedung DPR, Jakarta, Selasa (11/8/2026).
Dia menjelaskan, persiapan tersebut juga dilakukan berdasarkan arahan dari pimpinan MPR, DPR, dan DPD.
Selain itu, Sekretariat Jenderal DPR telah menggelar rapat bersama protokol kementerian dan lembaga untuk memastikan konfirmasi kehadiran para tamu undangan sebelum acara berlangsung.
“Kami juga sudah melakukan seluruh persiapan dan mendapatkan arahan dari pimpinan MPR, pimpinan DPR, dan pimpinan DPD,” ujarnya.
Terkait kehadiran tamu VVIP, termasuk para mantan presiden, Suprihartini menyebut pihaknya masih menunggu konfirmasi.
Meski demikian, koordinasi teknis mengenai waktu kedatangan tamu dan penempatan petugas protokol telah dilakukan.
“Untuk tamu-tamu VVIP, kami masih menunggu konfirmasi. Namun, secara teknis kami sudah mengoordinasikan waktu kedatangan para tamu dan lokasi bagi teman-teman protokol,” katanya.
Suprihartini memastikan rangkaian sidang pagi akan selesai sebelum pelaksanaan salat Jumat.
“Kemarin kami sudah melaksanakan rapat gabungan yang dipimpin Bapak Sekretaris Jenderal DPD dengan mengundang kementerian dan lembaga terkait serta pihak keamanan, baik TNI, Polri, maupun unsur keamanan lainnya,” ujar Suprihartini.
Setelah agenda sidang pagi selesai, Rapat Paripurna terkait RAPBN dijadwalkan dimulai pukul 14.30 WIB.
Jeda waktu tersebut diberikan untuk pelaksanaan salat Jumat, istirahat, dan makan siang sebelum rangkaian sidang kedua dimulai.
“Untuk Rapat Paripurna RAPBN akan dimulai pukul 14.30 WIB. Ada jeda karena salat Jumat dan waktu istirahat, termasuk makan siang, sebelum kegiatan sidang kedua,” katanya.
Rapat Paripurna kedua tersebut diperkirakan selesai setelah pukul 16.00 WIB. Dengan demikian, seluruh rangkaian agenda pada 14 Agustus akan terbagi dalam dua sesi utama.
Sementara itu, gladi kotor yang dijadwalkan berlangsung sebelum gladi bersih akan lebih banyak melibatkan tim teknis.
Kehadiran pimpinan DPR dalam gladi kotor masih menunggu konfirmasi, sedangkan gladi bersih biasanya dihadiri pimpinan DPR.
“Kalau gladi kotor biasanya masih melibatkan tim-tim teknis. Pimpinan DPR biasanya hadir saat gladi bersih, tetapi kami masih menunggu konfirmasi kehadiran Bapak dan Ibu pimpinan,” ujarnya.
Dari sisi teknis, Suprihartini menyebut persiapan Sidang Tahunan tahun ini pada dasarnya tidak jauh berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya.
Koordinasi antarkesekretariatan tetap menjadi bagian utama untuk memastikan seluruh rangkaian acara berjalan lancar.
“Untuk persiapan teknis, sebenarnya kami tetap melakukan koordinasi seperti tahun-tahun sebelumnya,” katanya.






