JAKARTA, Probusmedia — Kebakaran nyaris meluluhlantakkan Kampung Adat Sasak Sade di Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB), yang selama ini dikenal sebagai salah satu ikon wisata sekaligus warisan budaya masyarakat Sasak.
Kondisi tersebut membuat Anggota Komisi X DPR RI Bonnie Triyana mendesak Kementerian Kebudayaan segera turun tangan untuk memastikan proses rekonstruksi kawasan adat tersebut.
Bonnie menilai pemulihan Kampung Adat Sasak Sade tidak bisa hanya berfokus pada pembangunan kembali bangunan yang rusak akibat kebakaran.
Menurut dia, rekonstruksi harus tetap mempertahankan nilai budaya dan karakter kawasan agar identitas masyarakat adat Sasak tidak ikut hilang.
“Dan itu nyaris atau bahkan menghanguskan hampir seluruhnya. Penting juga segera Kementerian Kebudayaan melakukan intervensi untuk merekonstruksi kampung adat tersebut,” ujar Bonnie dalam Rapat Kerja Komisi X DPR RI bersama Menteri Kebudayaan Fadli Zon di Kompleks Parlemen, Jakarta, Rabu (2/9/2026).
Bonnie mengatakan Sasak Sade memiliki nilai strategis karena tidak hanya menjadi bagian dari sektor pariwisata, tetapi juga menyimpan kekayaan sejarah dan kebudayaan.
Karena itu, keterlibatan pemerintah diperlukan agar proses pemulihan kawasan tersebut tetap berjalan sejalan dengan upaya pelestarian warisan budaya.
Politikus PDI Perjuangan itu meminta Kementerian Kebudayaan perlu mengambil peran dalam menentukan konsep rekonstruksi Kampung Adat Sasak Sade.
Menurutnya, kampung adat merupakan bagian dari kekayaan budaya nasional sehingga keberadaannya perlu mendapat perlindungan, terutama setelah terdampak bencana.
Ia juga mengingatkan keberadaan Sasak Sade tidak semata-mata berkaitan dengan kepentingan pariwisata.
Kampung tersebut menjadi bagian dari sejarah dan identitas masyarakat Sasak yang diwariskan dari generasi ke generasi.
Bonnie menyebut Sasak Sade juga memiliki rekam sejarah yang berkaitan dengan perjuangan masyarakat setempat menghadapi kolonialisme Belanda pada awal abad ke-20.
Nilai sejarah tersebut membuat rekonstruksi kawasan tidak boleh dilakukan secara sembarangan dan harus memperhatikan jejak budaya yang masih melekat.
“Karena ini penting sekali dan tidak hanya menjadi tujuan wisata, tapi kita tahu bahwa daerah itu daerah yang sangat bersejarah dan memiliki catatan di dalam sejarah perjuangan,” katanya.
Bonnie berharap Kementerian Kebudayaan segera memberikan kejelasan mengenai bentuk bantuan dan langkah rekonstruksi yang akan dilakukan.
Kepastian tersebut dinilai penting agar Kampung Adat Sasak Sade dapat kembali pulih tanpa mengorbankan nilai sejarah, budaya, dan karakter masyarakat adat yang menjadi identitas kawasan tersebut.








