JAKARTA, Probusmedia — Erupsi Gunung Anak Krakatau ikut mengganggu perjalanan pulang jemaah umrah dari Arab Saudi ke Indonesia.
Menteri Haji dan Umrah Mochamad Irfan Yusuf alias Gus Irfan menyebut sejumlah jemaah mengalami penundaan kepulangan akibat situasi penerbangan yang terdampak erupsi.
Menurut dia, sebagian jemaah masih dapat kembali ke Indonesia dengan perubahan rute penerbangan. Salah satunya melalui Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) Kertajati.
“Ada yang bisa pulang ke tanah air tetapi melalui dialihkan melalui Kertajati. Dan ada juga yang saya kita sarankan untuk menunda keberangkatannya ke Saudi sampai situasi pulih,” ujarnya kepada wartawan, Senin (7/9/2026).
Baca juga:
AirNav Indonesia Perpanjang Penutupan Bandara Soetta dan Halim Perdanakusuma imbas Abu VulkanikPria yang karib dipanggil Gus Irfan itu mengatakan dirinya saat ini sedang berada di luar Indonesia sehingga belum menerima angka pasti mengenai jumlah jemaah yang terdampak.
Namun, ia telah meminta tim Kementerian Haji dan Umrah untuk terus memantau kondisi jemaah.
“Saya sedang tidak di Indonesia. Saya udah minta tim kita untuk memantau, ada jamaah umrah kita yang tertunda kepulangannya ke tanah air,” kata Gus Irfan.
Untuk memastikan kondisi jemaah tetap terpantau, Gus Irfan meminta tim di Arab Saudi melakukan pemantauan secara berkelanjutan. Pemantauan tersebut dilakukan melalui Kantor Urusan Haji Indonesia di Jeddah.
“Saya minta kepada tim kita di Saudi, di kantor urusan haji kita di Jeddah untuk memantau terus,” katanya.
Gus Irfan juga menyoroti perbedaan kebijakan maskapai dalam memberikan fasilitas kepada jemaah yang terdampak penundaan penerbangan.
Sejumlah maskapai memberikan kompensasi berupa hotel dan penginapan, sementara maskapai lainnya tidak memberikan fasilitas serupa.
“Ada juga beberapa yang tidak memberikan, karena itu kami saya minta ke tim kita yang di grup kita untuk memantau terus situasi di sana,” kata Gus Irfan.
Terkait jumlah pasti jemaah yang terdampak, Gus Irfan belum dapat memberikan angka terbaru.
Ia menyatakan data tersebut masih dimintakan kepada tim untuk memastikan jumlah sebenarnya.
“Angka-angkanya saya kebetulan saya lagi di luar negeri ini, jadi angka-angkanya sedang saya minta untuk kepastian angkanya,” katanya.







