JAKARTA, Probusmedia — Sinyal politik Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) menuju Pilpres 2029 mulai mendapat sorotan dari partai politik lain.
Wakil Ketua Umum PKB Syaiful Huda menilai jika gestur Ketua Umum Partai Demokrat itu memang merupakan tanda kesiapan maju, langkah tersebut sah dilakukan.
“Ya, kita hormati, kita hargai semua pandangan dari Mas AHY, dan kalau itu sebagai penanda Mas AHY mau maju, itu sah-sah saja gitu,” kata Huda di Gedung DPR, Jakarta, Selasa (8/9/2026).
Huda menyebut Partai Demokrat tentu memiliki perhitungan politik sendiri mengenai peluang AHY berlaga dalam pesta demokrasi lima tahunan mendatang.
Ia juga melihat dukungan terhadap AHY tidak hanya mungkin berasal dari internal Demokrat, tetapi turut muncul dari masyarakat.
“Karena kan ada juga publik yang ingin AHY maju. Kalau internal pasti ya. Kalau internal Demokrat pasti. Sah-sah saja,” ujarnya.
Menurut dia, peluang AHY untuk maju semakin terbuka setelah ambang batas pencalonan presiden atau presidential threshold berada di angka 0%.
Ia bahkan menilai keberanian AHY memberi sinyal sejak jauh-jauh hari menunjukkan adanya langkah politik yang patut diperhitungkan.
“Jadi oke aja kalau Mas AHY maju, dan termasuk menurut saya, termasuk keberanian, sudah disampaikan dari sekarang. Wah, itu sesuatu juga,” ujarnya.
Kendati demikian, Huda belum mau memastikan apakah pembahasan mengenai pencalonan AHY untuk Pilpres 2029 sudah terlalu dini.
Ia hanya mengingatkan AHY saat ini masih menjadi bagian dari pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.
“Saya enggak tahu persis ukurannya kayak apa, gitu. Tetapi yang jelas Mas AHY menjadi bagian dari pemerintahan hari ini,” katanya.
Partai Demokrat membantah anggapan Partai Golkar yang membaca pidato Ketua Umum Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) sebagai sinyal untuk menantang Presiden Prabowo Subianto pada Pilpres 2029.
Sekretaris Jenderal Partai Demokrat Herman Khaeron menilai tafsir tersebut terlalu jauh karena pidato AHY disebut berfokus pada pengawalan program strategis pemerintah.
“Terlalu jauh dan overestimate karena Ketum AHY justru hanya memberi penekanan kepada pengawalan program-program strategis Presiden Prabowo,” kata Herman di Jakarta, Senin (7/9/2026).








