




Penulis
Langgeng PujiEditor
Ponco SulaksonoJAKARTA, Probusmedia — Korps Samapta Baharkam Polri memperkuat kesiapsiagaan menghadapi potensi dampak aktivitas Gunung Anak Krakatau yang hingga kini masih berstatus Level III atau Siaga.
Sebanyak 299 personel disiapkan untuk mendukung patroli, pencarian dan pertolongan (SAR), evakuasi, serta pelayanan kepolisian di wilayah yang berpotensi terdampak aktivitas vulkanik.
Karopenmas Divhumas Polri Brigjen Trunoyudo Wisnu Andiko mengatakan kesiapsiagaan tersebut merupakan bentuk kehadiran negara untuk memastikan masyarakat tidak menghadapi kondisi darurat seorang diri.
“Masyarakat membutuhkan kepastian bahwa ketika terjadi sesuatu, ada personel yang siap membantu. Untuk itu, Polri menyiapkan personel, kendaraan, peralatan SAR, K9, patroli, serta layanan Polisi 110 agar bantuan dapat dijangkau dengan cepat,” kata Trunoyudo dalam keterangannya di Jakarta, Senin (7/9/2026).
Dia menjelaskan selain 299 personel, Polri menyiapkan 10 ekor K9, kendaraan rescue, kendaraan karhutla, kendaraan K9, dapur lapangan, serta berbagai peralatan SAR dan perlengkapan pendukung lainnya.
Kesiapan personel dan peralatan tersebut ditandai dengan Apel Kesiapan Tanggap Darurat Bencana yang digelar di Lapangan Apel Korsabhara Baharkam Polri, Minggu (6/9/2026).
Apel tersebut dipimpin Kepala Korps Samapta Baharkam Polri Inspektur Jenderal Polisi Nazli.Kesiapsiagaan juga diperkuat di tingkat kewilayahan.
Dirsabhara/Dirsampata Polda Banten, Polda Lampung, dan Polda Metro Jaya diperintahkan melaksanakan apel kesiapsiagaan pasukan serta memastikan personel siap memberikan pelayanan kepada masyarakat.
Trunoyudo menegaskan, langkah tersebut bukan dimaksudkan untuk menimbulkan kepanikan di tengah masyarakat.
Menurut dia, kesiapsiagaan dilakukan untuk memastikan kemampuan respons kepolisian tersedia apabila situasi berkembang dan membutuhkan penanganan cepat.
“Prinsip kami adalah memastikan masyarakat tidak kesulitan mendapatkan bantuan ketika membutuhkan. Personel Samapta Baharkam dan jajaran kewilayahan siap melaksanakan patroli, memberikan pelayanan, membantu evakuasi, serta mengerahkan kemampuan SAR sesuai kebutuhan di lapangan,” ujar Trunoyudo.
Aktivitas Gunung Anak Krakatau yang masih berstatus Level III atau Siaga menjadi perhatian karena gunung tersebut sempat mengalami erupsi menerus selama sekitar 25 jam.
Aktivitas vulkanik Gunung Anak Krakatau hingga kini masih dipantau. Potensi terjadinya erupsi susulan juga menjadi perhatian.
Sebaran abu vulkanik diketahui berdampak pada sejumlah wilayah di Banten dan Lampung serta turut memengaruhi aktivitas penerbangan.
Untuk mengantisipasi dampak tersebut, personel Samapta dan unsur terkait akan memperkuat patroli di wilayah yang berpotensi terdampak.
Patroli menyasar antara lain kawasan permukiman, jalur lalu lintas, wilayah pesisir, serta sejumlah lokasi yang menjadi akses masyarakat.
Patroli tidak hanya dilakukan untuk memantau perkembangan situasi, tetapi juga memastikan personel dapat segera memberikan bantuan apabila menemukan masyarakat yang membutuhkan pertolongan.
Selain patroli, personel SAR, Perintis, Satwa, dan K9 disiapkan agar dapat segera dikerahkan untuk mendukung pencarian, pertolongan, evakuasi, dan penyelamatan.
Kendaraan rescue, peralatan SAR, masker, dapur lapangan, serta berbagai perlengkapan pendukung juga telah disiapkan untuk menunjang pelayanan di lapangan.
Masyarakat bisa hubungi 110Trunoyudo mengatakan, kehadiran Polri dalam situasi bencana tidak hanya berkaitan dengan aspek pengamanan.
“Polri hadir untuk membantu masyarakat, menjaga kelancaran aktivitas, membuka akses, melakukan patroli, membantu evakuasi, serta melaksanakan pencarian dan pertolongan. Apabila membutuhkan bantuan kepolisian, masyarakat dapat menghubungi layanan 110,” katanya.
Layanan Polisi 110 dapat digunakan masyarakat untuk menyampaikan laporan, meminta bantuan, maupun memperoleh pelayanan kepolisian ketika menghadapi kondisi darurat, gangguan keamanan, hambatan mobilitas, atau situasi lain yang membutuhkan kehadiran personel.
Masyarakat diminta menyampaikan informasi secara jelas ketika menghubungi layanan tersebut, antara lain lokasi kejadian, kondisi yang dihadapi, kebutuhan bantuan, serta nomor yang dapat dihubungi.
Setiap laporan akan diterima dan ditindaklanjuti sesuai jenis kebutuhan serta perkembangan situasi di lapangan.
Imbauan kepada masyarakatPolri mengimbau masyarakat tetap tenang dan tidak panik dalam menyikapi aktivitas Gunung Anak Krakatau.
Masyarakat diminta mengikuti informasi resmi dari Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG)/Badan Geologi, BMKG, BNPB, BPBD, serta pemerintah daerah.
Masyarakat juga diingatkan tidak menyebarkan informasi yang belum terverifikasi dan mematuhi batas atau zona bahaya yang telah ditetapkan otoritas terkait.
Khusus warga di wilayah yang terdampak abu vulkanik, penggunaan masker dan perlindungan mata dianjurkan sesuai dengan arahan instansi kesehatan.
Masyarakat dan wisatawan juga diminta tidak mendekati kawah aktif dalam radius yang telah ditetapkan oleh otoritas terkait.
“Tidak perlu panik, tetapi jangan lengah. Ikuti informasi resmi. Jika membutuhkan bantuan kepolisian, hubungi layanan 110. Ketika masyarakat membutuhkan bantuan, Polri siap hadir,” tutur Trunoyudo.