
Penulis
Langgeng Puji
Editor
Ponco SulaksonoJAKARTA, Probusmedia — Polri mengajak masyarakat untuk ikut menjaga ketertiban selama pelaksanaan turnamen sepak bola internasional FIFA ASEAN Cup 2026 yang digelar di Jakarta dan Bandung.
Wakil Asisten Operasi (Waasops) Kapolri Irjen Laksana mengatakan pengamanan turnamen tersebut tidak dapat hanya mengandalkan aparat kepolisian.
Keterlibatan masyarakat dan koordinasi lintas sektor diperlukan agar seluruh rangkaian pertandingan berjalan aman.
“Dengan kita melaksanakan operasi ini, kita tidak berjalan sendiri. Kami mengimbau seluruh masyarakat di Jakarta dan Jawa Barat untuk membantu ketertiban. Apabila kita tidak dibantu oleh masyarakat, kita tidak akan bisa melaksanakan kegiatan ini dengan bagus,” kata Laksana di Jakarta, Senin (21/9/2026).
Untuk mengamankan turnamen tersebut, Polri menggelar Operasi Garuda Bakti selama 16 hari, mulai 21 September hingga 6 Oktober 2026.
Pengamanan dipusatkan di dua lokasi pertandingan, yakni Stadion Utama Gelora Bung Karno (GBK), Jakarta, dan Stadion Si Jalak Harupat, Bandung.
Sebanyak 5.641 personel gabungan dari Polda Metro Jaya dan Polda Jawa Barat dikerahkan untuk mengamankan seluruh rangkaian kegiatan.
Pengamanan Dimulai dari Bandara hingga Stadion
Laksana mengatakan, pengamanan tidak hanya dilakukan di sekitar stadion saat pertandingan berlangsung.
Polisi juga menyiapkan pengamanan sejak kedatangan para peserta di bandara, perjalanan menuju hotel, lokasi penginapan, tempat latihan, hingga rute menuju stadion.
Pengamanan juga mencakup pergerakan suporter dan aktivitas masyarakat di sekitar lokasi pertandingan.
“Jadi mulai dari kedatangan, akomodasi, tempat latihan, sampai dengan pelaksanaan pertandingan akan kita amankan,” ujarnya.
Polisi turut mengantisipasi kepadatan massa suporter dan aktivitas pedagang di kawasan komersial sekitar stadion.
Rekayasa lalu lintas juga disiapkan untuk mengantisipasi kepadatan kendaraan selama pertandingan berlangsung.
FIFA ASEAN Cup 2026 dijadwalkan berlangsung pada 25 September hingga 5 Oktober 2026.
Pertandingan digelar di dua stadion, yakni Stadion Utama GBK di Jakarta dan Stadion Si Jalak Harupat di Bandung.
Turnamen tersebut diikuti delapan negara yang terbagi dalam dua grup.
Grup A dihuni Indonesia, Bangladesh, Malaysia, dan Singapura.
Sementara itu, Grup B terdiri dari Vietnam, Pakistan, Thailand, dan Filipina.
Laksana mengatakan, sinergi antara Polri, TNI, kementerian dan lembaga terkait, PSSI, serta masyarakat menjadi bagian penting dalam menjaga keamanan selama turnamen berlangsung.