JAKARTA, Probusmedia — Bayu, lulusan sarjana (S1) tahun 2025, mengaku masih menghadapi tantangan dalam mencari pekerjaan.
Pria berusia 24 tahun asal Bogor itu menilai persaingan kerja di Jakarta menjadi tantangan bagi lulusan baru (fresh graduate).
“Untuk pekerjaan tidak sesuai bidang memang tentunya banyak sekali di lapangan, terutama perusahaan-perusahaan tersebut menginginkan calon kandidat bisa semua pekerjaan dilakukan,” kata Bayu kepada Probusmedia saat acara job fair di UKM Gallery, Jakarta Selatan, Kamis (22/10/2026).
Bayu menegaskan, tuntutan perusahaan tersebut merupakan kesempatan bagi lulusan baru. Menurutnya, hal itu dapat mengasah keterampilan dan membentuk pengalaman.
“Hal tersebut juga bisa melatih fokus dan juga untuk melatih skill baru, terutama untuk kandidat terbaru, untuk bisa mengasah skill tersebut,” tegasnya.
Lebih lanjut, ia menilai proses seleksi perusahaan terhadap calon pekerja berlangsung ketat.
Karena itu, Bayu memahami adanya pencari kerja yang merasa kecewa ketika belum berhasil mendapatkan pekerjaan.
“Sehingga memang ada beberapa yang mungkin ada yang kesal ataupun ada yang tidak bisa mendapat pekerjaan, memang saya sendiri memahami perasaan tersebut,” ujarnya.
Bayu menilai, kegiatan job fair itu membantu pencari kerja untuk memperoleh informasi lowongan pekerjaan sesuai bidang yang diminati.
Ia berharap para pencari kerja yang mengikuti kegiatan tersebut dapat segera memperoleh pekerjaan. Dengan begitu, angka pengangguran di Indonesia dapat berkurang.
“Kalau harapan saya untuk job fair ini, semoga yang bagi yang melamar posisi tersebut di job fair ini bisa keterima secepatnya, sehingga memang kita bisa mengurangi dampak adanya pengangguran di Indonesia,” tandasnya.







