JAKARTA, Probusmedia — Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menyebut realisasi pendapatan daerah dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) DKI Jakarta 2026 baru mencapai Rp44,98 triliun hingga 30 September 2026.
Realisasi tersebut setara 62,95 persen dari target pendapatan daerah tahun ini sebesar Rp71,45 triliun.
“Sampai dengan tanggal 30 September kemarin, pendapatan daerah telah terealisasi 44,98 triliun atau 62,95% dari target 71,45 triliun,” kata Pramono pada konferensi pers Realisasi APBD Triwulan III tahun 2026.
Pramono menegaskan, pengelolaan APBD tidak semata-mata berkaitan dengan besaran anggaran, tetapi juga harus memberikan manfaat bagi masyarakat.
“APBD bagi kita semua, terutama bagi Pemerintah DKI Jakarta bersama-sama dengan DPRD Provinsi DKI Jakarta, bukan semata-mata soal angka,” kata Pramono.
Dia menjelaskan, penggunaan APBD yang transparan harus bisa meningkatkan kualitas pelayanan publik dan mendukung kegiatan ekonomi masyarakat.
Pramono meyakini transparansi pengelolaan APBD terhadap publik dapat mendukung kelancaran pembangunan Jakarta.
“Saya meyakini keterbukaan ini menjadi hal yang menjadi semakin baik, kepercayaan publik juga meningkat, dan ini akan menjadi penopang utama untuk memudahkan pembangunan yang ada di Jakarta ini,” ujarnya.
Lebih lanjut, Pramono turut melaporkan realisasi belanja APBD DKI Jakarta hingga 30 September 2026 mencapai Rp40,40 triliun atau 54,39 persen dari pagu Rp74,29 triliun.
Ia kemudian mendorong percepatan dalam menyelesaikan seluruh kegiatan agar tidak menumpuk menjelang akhir tahun.
“Saya secara khusus telah meminta kepada perangkat daerah untuk segera menyelesaikan kegiatan sehingga tidak menumpuk di ujung tahun,” tandasnya.







