JAKARTA, Probusmedia — Pengurus Pondok Pesantren Islam Al-Mukmin Ngruki, Abdurrahim Al-Baasyir menyoroti penggeledahan yang dilakukan Polda Jawa Tengah ke Ponpes Hamalatul Quran, Mojalaban, Sukoharjo.
Dia juga meminta masyarakat menjaga kedamaian yang berpotensi memicu ketegangan sosial.
Menurutnya, pemerintah dan aparat penegak hukum mesti lebih peka terhadap persoalan di tengah masyarakat agar tidak berkembang menjadi konflik.
“Kita semua tentu menginginkan kebaikan untuk semuanya. Namun, apabila terjadi kesalahan di lapangan, tentu itu bukan hal yang diharapkan oleh siapa pun,” kata dia dikutip Minggu (1/11/2026).
Dia menyinggung pertemuannya dengan Wakapolda Jateng, Brigjen Andi Herinda Rahmawan yang membahas penggerebekan tersebut terkait perkembangan kasus pembakaran Warung Mi Babi Tepi Sawah di Sukoharjo.
“Sebagaimana disampaikan Wakapolda, apabila ada pihak yang melakukan kesalahan, maka harus ditindak sesuai dengan ketentuan yang semestinya,” ujar Abdurrahim.
Selain itu, dia mengingatkan pentingnya kepekaan pemerintah dalam mengantisipasi persoalan yang berpotensi menimbulkan gesekan sosial.
Menurutnya, perbedaan pandangan maupun persoalan di tengah masyarakat perlu disikapi dengan langkah yang tepat, sehingga tidak berkembang menjadi permusuhan.
Abdurrahim juga menyoroti pentingnya respons pemerintah terhadap persoalan yang berkaitan dengan aktivitas masyarakat, termasuk perizinan dan kegiatan ekonomi.
Dia berharap setiap kebijakan dan langkah penanganan persoalan mempertimbangkan kondisi sosial serta kemaslahatan masyarakat luas.
“Harapan kita, masyarakat dapat hidup dalam keadaan damai, apa pun agama dan situasinya. Pemerintah, baik penegak hukum maupun jajaran eksekutif, perlu memiliki kepekaan dan kepedulian terhadap hal-hal yang berpotensi menimbulkan persoalan di tengah masyarakat,” ungkapnya.
Dia menambahkan, situasi yang kondusif merupakan salah satu fondasi penting bagi keberlangsungan kehidupan sosial dan perekonomian.
Upaya mendorong pertumbuhan ekonomi serta mempermudah perizinan, menurutnya, juga harus berjalan seiring dengan perhatian terhadap kondisi masyarakat agar tidak memunculkan persoalan baru.
“Tujuan kita bersama tentu menjaga kondusivitas demi kemaslahatan masyarakat. Kalau kondusivitas tidak terjaga, aktivitas ekonomi dan berbagai sektor kehidupan lainnya juga akan terdampak,” pungkasnya.







