JAKARTA, Probusmedia — Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menggencarkan pemadaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang melanda wilayah Indonesia bagian timur.
Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton SP Panjaitan menjelaskan wilayah yang kini mendapat perhatian lebih antara lain Papua Selatan, Sulawesi Tengah, Sulawesi Tenggara, Maluku, dan Kalimantan Timur.
Pemerintah sebelumnya hanya memprioritaskan penanganan karhutla di enam provinsi, yakni Riau, Jambi, Sumatera Selatan, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, dan Kalimantan Selatan.
“Kita lihat sekarang kejadian kebakaran hutan dan lahan di Indonesia, saat ini polanya sudah berubah sekali,” ujar Berton dalam keterangan tertulis, dikutip Minggu (1/11/2026).
Berton menyebut pemerintah tengah berupaya menangani karhutla yang telah berdampak pada lahan seluas 1.410 hektare (ha) di lima provinsi tersebut.
Berton merincikan, karhutla di wilayah Papua Selatan menjadi area terdampak paling luas, yakni 502 ha. Selanjutnya, wilayah Sulawesi Tengah dengan 295 ha, Sulawesi Tenggara 257 ha, Maluku 182 ha, dan Kalimantan Timur 174 ha.
Untuk mempercepat penanganan, Berton mengatakan pemerintah telah mengerahkan 58 unit pesawat dan helikopter guna mendukung operasi pemadaman dari udara serta operasi modifikasi cuaca (OMC).
Dari total armada tersebut, sebanyak 39 unit berasal dari BNPB, 15 unit dari TNI, sedangkan empat unit lainnya merupakan dukungan pemerintah daerah dan dunia usaha.
Berton menjelaskan, jumlah armada tersebut berkurang satu unit setelah pesawat atau helikopter yang sebelumnya beroperasi di Jawa Timur ditarik karena kondisi kebakaran di wilayah tersebut relatif kondusif.
Meski demikian, seluruh armada yang tersedia tetap disiagakan untuk mengantisipasi perkembangan situasi di lapangan.
“Apabila sewaktu-waktu dibutuhkan, baik untuk Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) maupun water bombing, kami akan segera melaksanakan kegiatan tersebut,” katanya.
Selain pemadaman melalui water bombing, pemerintah juga mengoptimalkan OMC dengan menyemai bahan berupa natrium klorida (NaCl) dan es kering (dry ice) untuk mendukung penanganan karhutla.
Selain itu, Berton menyebut pemerintah telah melaksanakan 17 sorti OMC dengan menyemai dry ice dan NaCl sebanyak 23.900 kilogram (kg). Namun, upaya tersebut masih difokuskan di tiga provinsi prioritas penanganan karhutla, yakni Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, dan Sumatera Selatan.
Berton juga melaporkan bahwa upaya tersebut membantu memicu hujan dengan intensitas ringan hingga sedang di Kalimantan Tengah dan Kalimantan Selatan. Sementara itu, di Sumatera Selatan, hujan yang terjadi memiliki intensitas sangat ringan hingga ekstrem.
Berton menegaskan bahwa OMC masih terus berlangsung sebagai bagian dari upaya pemerintah mendukung penanganan karhutla di sejumlah wilayah.
“Kita berharap hujan-hujan seperti ini tetap terjadi, sehingga titik-titik api, bara api yang ada di bawah permukaan dapat dipadankan secara sempurna,” pungkas dia.







