JAKARTA, Probusmedia – Habib Rizieq Shihab (HRS) menyoroti dugaan kekerasan terhadap warga yang terjadi setelah aksi demonstrasi 27 Agustus di depan Gedung DPR/MPR, Jakarta.
Dia menyinggung tewasnya Bambang Setiawan, pedagang cermin berusia sekitar 60 tahun yang menjadi korban pengeroyokan di kawasan Pejompongan, Jakarta Pusat.
Bambang diduga tewas setelah sekelompok orang tidak dikenal mengeroyoknya di tengah kericuhan yang meluas ke kawasan permukiman setelah demonstrasi. Korban sempat dievakuasi ke rumah sakit sebelum akhirnya meninggal dunia.
Dalam ceramahnya, Habib Rizieq mempertanyakan keberadaan kelompok yang dia sebut sebagai preman di tengah kericuhan tersebut.
“Ada preman dikerahkan, saudara? Kaget saya, saudara. Ada preman beli masker, buangan bambu runcing, saudara, dikerahkan. Tukang ojek juga (dibugili),”
kata Habib Rizieq dalam tayangan YouTube @OfficialIslamicBrotherhoodTV yang dilansir Minggu (30/8/2026).
Dia mengeklaim kelompok tersebut masuk ke kawasan permukiman dan mengejar warga hingga ke rumah masing-masing.
Habib Rizieq juga mengungkapkan sebelum aksi 27 Agustus, dirinya telah meminta warga Jakarta menjaga lingkungan masing-masing jika terjadi demonstrasi besar.
Menurut dia, warga perlu mengantisipasi kemungkinan kericuhan meluas ke permukiman.
Soroti Kematian Pedagang Cermin
Habib Rizieq kemudian menyinggung kematian Bambang Setiawan.
“Ada Pak Bambang Setiawan, umur 60 tahun, saudara. Pedagang cermin, enggak tahu apa-apa,” ujarnya.
Dia menyebut Bambang diseret dan dianiaya hingga meninggal dunia.
Selain Bambang, Habib Rizieq juga menyebut seorang siswa Madrasah Aliyah kelas tiga sebagai korban kekerasan.
Dia mengatakan siswa tersebut tidak mengetahui persoalan yang terjadi, tetapi tetap menjadi korban ketika sejumlah orang masuk ke kawasan permukiman.
Habib Rizieq kemudian mempertanyakan pernyataan bahwa kekerasan terhadap warga dilakukan kelompok anarko.
“Polisi bilang, oh kami enggak tahu, itu kelompok anarko. Bohong!” kata dia.
Minta Prabowo Bubarkan Organisasi Preman
Habib Rizieq selanjutnya meminta Presiden Prabowo Subianto dan para menteri terkait mengambil tindakan terhadap kelompok yang dia sebut sebagai organisasi preman.
“Saya minta kepada Bapak Presiden, begitu juga menteri-menteri yang terkait, organisasi preman tersebut, bubarkan,” ujarnya.
Dia juga meminta aparat menangkap pimpinan kelompok tersebut apabila terbukti terlibat dalam tindak pidana.
Habib Rizieq menilai tindakan kekerasan terhadap warga tidak boleh dibiarkan karena dapat mengganggu keamanan masyarakat.
Sebelumnya, sejumlah laporan menyebut kericuhan pascaaksi demonstrasi di depan Gedung DPR meluas ke kawasan Slipi dan Pejompongan.
Di kawasan tersebut, warga juga menjadi korban kekerasan dan fasilitas umum mengalami kerusakan.
Habib Rizieq menegaskan masyarakat harus melawan segala bentuk tindakan premanisme.









