JAKARTA, Probusmedia – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menangkap Rektor Unirversitas Jenderal Soedirman (Unsoed) dalam operasi tangkap tangan (OTT) di wilayah Purwokerto, Jawa Tengah, Kamis (20/8/2026).





Penulis
Alfredo Sitompul
Editor
Irfan KamilJAKARTA, Probusmedia – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menangkap Rektor Unirversitas Jenderal Soedirman (Unsoed) dalam operasi tangkap tangan (OTT) di wilayah Purwokerto, Jawa Tengah, Kamis (20/8/2026).
Juru bicara KPK Budi Prasetyo mengatakan dalam gelaran ini penyidik telah mengamankan sejumlah 14 orang, termasuk Rektor Unsoed Akhmad Sodiq.
Sebanyak 12 orang diamankan di wilayah Purwokerto dan dua lainnya di Jakarta.
“Dalam peristiwa ini, tim mengamankan empat belas orang, yakni dua belas orang di wilayah Purwokerto dan dua orang di Jakarta,”
kata Budi dalam keterangannya.
“Salah satu pihak yang diamankan adalah Rektor Unsoed,” imbuhnya.
Budi menjelaskan KPK telah memeriksa dua orang yang diamankan di Jakarta di Gedung Merah Putih KPK.
Sementara itu, 12 orang lainnya menjalani pemeriksaan di Polresta Banyumas. Dari jumlah itu, sebanyak tujuh orang dibawa ke Gedung Merah Putih KPK untuk menjalani pemeriksaan intensif.
“Sehingga sampai dengan saat ini pihak-pihak yang diamankan dalam rangkaian peristiwa tertangkap tangan tersebut dan sedang menjalani permintaan keterangan di KPK, total sejumlah 9 orang,” tutur budi.
Akhmad Sodiq dan 13 orang lainnya kena OTT KPK lantaran diduga menerima uang terkait penerimaan mahasiswa baru Unsoed. Tak hanya mengamankan 14 orang, KPK juga menyita uang ratusan juta rupiah yang diduga barang bukti penerimaan oleh Akhmad Sodiq.
“Barang bukti yang diamankan di antaranya uang tunai sejumlah ratusan juta rupiah,” katanya.
KPK menyayangkan aksi tindak pidana yang terjadi di ranah lingkungan akademik. Budi juga menegaskan bahwa kampus merupakan instrumen penting untuk meraih impan dan cita-cita generasi bangsa.
“Ruang yang sudah terjadi saat mahasiswa baru membuka gerbang masuk kampus. Gerbang yang semestinya menjadi gapura cita-cita dan masa depan bangsa,” kata Budi.