JAKARTA, Probusmedia — Gerakan Cinta Prabowo (GCP) mengadukan Ketua Umum Projo Budi Arie Setiadi ke Bareskrim Polri terkait dugaan makar dan penghasutan.





Penulis
Langgeng Puji
Editor
Irfan KamilJAKARTA, Probusmedia — Gerakan Cinta Prabowo (GCP) mengadukan Ketua Umum Projo Budi Arie Setiadi ke Bareskrim Polri terkait dugaan makar dan penghasutan.
GCP mengadukan Budi Arie menyusul viralnya video yang memuat pernyataan mantan Menteri Komunikasi dan Informatika itu mengenai kemungkinan momentum politik dan pemilu berlangsung lebih cepat sebelum 2029.
Anggota Tim Kuasa Hukum GCP, Dony Endrassanto, mengatakan pihaknya telah menyampaikan pengaduan tersebut kepada penyidik Direktorat Tindak Pidana Umum Bareskrim Polri.
“Kegiatannya yang kita laporkan adalah dugaan upaya melakukan makar dan penghasutan. Sesuai dengan yang kita laporkan Pasal 193 juncto Pasal 246 KUHP, dan telah diterima dengan baik oleh pihak penyidik dari Direktorat Tindak Pidana Umum Bareskrim,”
kata Dony dilansir Kamis (3/8/2026).
Sementara itu, Ketua Umum GCP H. Kurniawan mengatakan, pihaknya menempuh jalur hukum untuk memberikan pembelajaran kepada masyarakat mengenai batasan dalam kehidupan berdemokrasi.
Menurut dia, kebebasan menyampaikan pendapat tetap harus mengikuti aturan hukum yang berlaku.
“Hari ini saya menempuh jalur hukum untuk membuat pelajaran kepada semua rakyat Indonesia bahwa di sebuah negara demokrasi pun ada batasan-batasan yang tidak bisa dilanggar dan dilalui oleh siapa pun dalam bentuk pelanggaran hukum,” ujar Kurniawan.
Budi Arie menjadi sorotan setelah rekaman videonya beredar luas di media sosial.
Dalam video tersebut, Budi Arie terlihat duduk di samping Presiden ke-7 RI Joko Widodo. Dia menyampaikan analisis mengenai kemungkinan momentum politik dan pemilu berlangsung lebih cepat sebelum 2029.
Pernyataan tersebut kemudian memicu berbagai spekulasi di tengah masyarakat.Budi Arie lantas menyampaikan permohonan maaf atas pernyataannya tersebut.
Dia mengaku memahami bahwa ucapannya telah menimbulkan berbagai spekulasi dan salah penafsiran.
Budi Arie menegaskan bahwa pernyataan itu hanya merupakan analisis dan pendapat pribadinya.
“Saya Budi Arie Setiadi memohon maaf kepada pihak-pihak yang kurang berkenan dan nyaman dengan pernyataan saya tersebut,” kata Budi Arie dalam rekaman video yang diterima di Jakarta, Rabu (26/8).
Budi Arie juga menegaskan bahwa pernyataannya tidak memiliki hubungan ataupun kaitan dengan Jokowi.Dia kemudian mengajak seluruh pihak menjaga persatuan dan kesatuan Republik Indonesia.
“Saya siap bertanggung jawab dan menerima segala konsekuensi karena analisa dan pernyataan saya tersebut,” ujar Budi Arie.