




Penulis
Zendy Pradana
Editor
Irfan KamilJAKARTA, Probusmedia – Menteri Keuangan dan Tata Kelola Anggaran Kabinet Bayangan, Bhima Yudhistira Adhinegara mengungkap sejumlah hal menarik dalam pidato kenegaraan Presiden Prabowo Subianto sebagai pengantar RAPBN 2027 beserta Nota Keuangan pada rapat paripurna DPR di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat (14/8/2026).
Dalam pidato Nota Keuangan tersebut, Prabowo tidak menjelaskan secara detail mengenai rencana anggaran program makan bergizi gratis (MBG) hingga koperasi desa/kelurahan merah putih (KDMP) atau Kopdes Merah Putih. Dia menyebut hal tersebut justru akan menimbulkan kontroversi dari masyarakat Indonesia dan juga para pelaku usaha.
“Ini makin meyakinkan kami bahwa memang anggaran-anggaran yang jumbo tidak disebutkan itu menunjukkan ada yang disembunyikan. Ada yang tidak ingin diketahui oleh publik, sehingga publik tidak dapat gambaran bagaimana makan bergizi gratis (MBG) secara rinci pada tahun 2027,”
ujar Bhima dalam konferensi pers melalui akun Youtube Watchdoc, Sabtu (15/8/2026).
Lantaran tak diungkap dalam pidato kenegaraan Prabowo, Bhima mempertanyakan anggaran program MBG di 2027 nantinya akan tetap menggunakan sebagian anggaran yang seharusnya dialokasikan untuk pendidikan atau pemerintah akan mengurangi dapur SPPG.
“Begitu juga dengan kopdes merah putih apakah akan sanggup tiap kopdes merah putih itu membayar cicilan, begitu juga dengan BUMN seperti Agrinas,” kata Bhima.
Diketahui, Prabowo Subianto menyatakan anggaran belanja pada RAPBN 2027 mencapai Rp4.097,2 triliun. Terdapat delapan program kerja prioritas pemerintah pada 2027, yakni program kedaulatan pangan, kemandirian energi dan air, pendidikan, kesehatan, hilirisasi dan industrialisasi, infrastruktur, perumahan dan ketahanan bencana, penguatan ekonomi kerakyatan dan pembangunan desa, serta penurunan kemiskinan.