




Penulis
Alfredo Sitompul
Editor
Irfan KamilJAKARTA, Probusmedia – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan perkembangan penanganan tanggap darurat gempa bumi NTT hingga Rabu (19/8/2026). BNPB mencatat jumlah korban meninggal dunia bertambah menjadi 71 jiwa. Jumlah itu bertambah satu orang dari sebelumnya 70 orang.
“Penambahan satu korban tersebut tercatat di wilayah Kabupaten Nagekeo,”
kata Plt Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Berton SP Panjaitan dalam keterangannya dikutip Kamis (20/8/2026).
Selain jumlah korban meninggal dunia, BNPB juga menyampaikan perkembangan jumlah pengungsi. Data terbaru BNPB mencatat sebanyak 59.647 orang masih mengungsi. Manggarai menjadi daerah dengan jumlah pengungsi paling banyak, yakni 20.333 orang.
Berton mengatakan selain menangani korban, pemerintah terus mempercepat penyaluran bantuan logistik untuk warga terdampak melalui jalur udara dan laut.
Pemerintah mengirim total bantuan mencapai 398 Ton selama periode 15-18 Agustus. Ia juga menyampaikan bahwa jalur darat masih pilihan utama untuk mendistribusikan bantuan dari titik-titik logistik menuju lokasi pengunsian.
“Penyaluran dilakukan secara bertahap dengan menyesuaikan kondisi geografis dan akses jalan menuju titik pengungsian,” kata Berton.
Di samping itu, pemerintah berupaya memenuhi kebutuhan dasar dan logistik warga terdampak dengan mengoptimalkan transportasi laut untuk menjangkau wilayah luas. Berton mengatakan KRI Bung Hatta telah diberangkatkan menuju Pelabuhan Reok, Kabupaten Manggarai yang mengangkut sembako, tenda keluarga dan pengungsi, serta bantuan dari unsur masyarakat.
Berton juga mengatakan BNPB bersama pemerintah daerah berupaya untuk memenuhi kebutuhan dasar dan logistik warga terdampak. Pemenuhan kebutuhan tersebut seperti makanan, air bersih, tenda, matras, selimut, layanan medis, sanitasi dan pemulihan. Ia juga menambahkan bahwa perhatian khusus dilakukan terhadap anak-anak, lansia, ibu hamil, dan penyandang disabilitas.
“Pemerintah daerah juga didorong untuk memperkuat posko dan satuan tugas sehingga seluruh kebutuhan masyarakat dapat tercatat dan ditangani secara tepat sasaran,” katanya.
Lebih lanjut, BNPB menegaskan untuk mempercepat penanganan darurat, pemerintah mengerahkan TNI Polri bersama unsur pentaheliks untuk pemenuhan kebutuhan dasar dan logistik. Pengerahan tersebut bertujuan mendukung mobilisasi personel, logistik, pelayanan medis, serta menjangkau wilayah luas. Pesawat dan
“Pengerahan sumber daya tersebut diarahkan untuk satu tujuan, yaitu mempercepat pelayanan kepada masyarakat terdampak,” kata berton.
Transportasi milik militer dan polri, termasuk pesawat dan kapal, turut dimanfaatkan untuk mempercepat pergerakan bantuan menuju daerah yang sulit dijangkau melalui jalur biasa.
BNPB menyatakan penanganan tidak berhenti pada masa tanggap darurat. Pemerintah akan terus mengikuti perkembangan kebutuhan masyarakat di lapangan dan memberikan dukungan sampai proses pemulihan pascabencana berjalan.