JAKARTA, Probusmedia — Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat jumlah korban meninggal dunia dalam bencana gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT) mencapai 53 orang per Minggu (16/8/2026) sore.





Penulis
Alfredo SitompulEditor
Ponco SulaksonoJAKARTA, Probusmedia — Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat jumlah korban meninggal dunia dalam bencana gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT) mencapai 53 orang per Minggu (16/8/2026) sore.
“Untuk perkembangan hasil data, pemutakhiran data tentang korban terdampak, tentu saja sekali lagi pemerintah mengucapkan duka cita yang mendalam dan simpati kepada keluarga korban, dan kita harapkan korban jiwa tidak bertambah,” kata Deputi Bidang Pencegahan BNPB Abdul Muhari saat jumpa pers.
Rincian korban meninggal dunia berada paling banyak di Kabupaten Manggarai Barat yakni 102 jiwa, disusul oleh Kabupaten Manggarai sebanyak 25 jiwa, dan Kabupaten Manggarai Timur sebanyak 20 jiwa.
Selain itu, korban jiwa juga dilaporkan di wilayah lain yang meliputi Kabupaten Sikka sebanyak 4 jiwa, Kabupaten Ende sebanyak 2 jiwa, serta 1 jiwa di Kabupaten Nagekeo.
Sementara itu, untuk korban luka-luka yang saat ini sedang dirawat di fasilitas kesehatan terdekat, BNPB mencatat total berjumlah 135 jiwa.
Sebaran korban luka terbanyak berada di Kabupaten Manggarai Timur dengan 80 jiwa, yang terdiri dari 21 orang luka berat dan 59 orang luka ringan.
Selanjutnya, di Kabupaten Manggarai terdapat 37 korban, dengan rincian 17 orang luka berat dan 20 orang luka ringan. Lalu di Kabupaten Sikka tercatat ada 12 korban luka, serta 6 orang yang dilaporkan mengalami luka berat di Kabupaten Manggarai Barat.
Di sisi lain, Muhari memastikan hingga saat ini tidak ada laporan warga hilang dari tujuh kabupaten yang terdampak.
“Saat ini, untuk data orang hilang itu tidak ada yang terlaporkan kepada Basarnas,” ujarnya.
Meski daftar pencarian orang (DPO) saat ini nihil, BNPB menegaskan bahwa personel Basarnas tetap disiagakan secara penuh di seluruh lokasi terdampak.
“Tetapi meskipun kemudian, Basarnas tentu saja terus menyiagakan personel di Manggarai, Manggarai Timur, Manggarai Barat, dan secara umum di tujuh kabupaten/kota terdampak agar sewaktu-waktu dapat menyesuaikan dengan situasi di lapangan dan respons cepat bisa segera dilakukan,” tegas Muhari.
Kendati demikian, Muhari kembali menyampaikan pesan belasungkawa mewakili pemerintah pusat kepada seluruh masyarakat yang terdampak. “Sekali lagi atas nama pemerintah, tentu saja kita mendoakan yang terbaik untuk para korban dan simpati yang mendalam pada keluarga yang ditinggalkan,” pungkasnya.