JAKARTA, Probusmedia — Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menambah kekuatan personel Satuan Tugas (Satgas) Darat untuk menangani kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Barat (Kalbar).
Pelaksana Tugas Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi (Plt Kapusdatin) Kebencanaan BNPB Berton SP Panjaitan mengatakan, jumlah personel Satgas Darat mencapai 14.563 orang.
Menurut dia, penambahan personel diperlukan guna mempercepat pemadaman karhutla, terutama di kawasan lahan gambut yang membutuhkan penanganan dan proses pendinginan secara intensif.
“Untuk kemarin ada 61 titik api dengan luas terbakar sebesar 802 hektare lebih, luas lahan yang berhasil dipadamkan sebesar 432 hektare lebih,”
kata Berton dalam konferensi pers di Jakarta, Jumat (4/9/2026).
Berton menjelaskan, kondisi kualitas udara di sejumlah wilayah terdampak juga berada dalam kategori berbahaya. Jarak pandang di beberapa lokasi kurang dari satu kilometer.
“Di Satgas Darat, kami sudah menambah personel menjadi 14.563 personel dan Satgas Darat ini berhasil memadamkan 429,9 hektare,” jelasnya.
BNPB Kerahkan Satgas Udara
Selain memperkuat Satgas Darat, BNPB mengerahkan Satgas Udara untuk melakukan patroli dan memantau kondisi karhutla dari udara.
“Kami mengerahkan satu armada dengan operasi 3 jam 16 menit,” kata Berton.
BNPB juga mengerahkan helikopter untuk melakukan operasi water bombing. Sebanyak dua armada dikerahkan dan menjatuhkan total 352.000 liter air ke lokasi karhutla.
Operasi tersebut berhasil memadamkan sekitar tiga hektare lahan yang terbakar.
Gelar Modifikasi Cuaca
BNPB juga melakukan operasi modifikasi cuaca (OMC) untuk mendukung penanganan karhutla di Kalimantan Barat.
Dalam operasi tersebut, BNPB mengerahkan dua armada dan menaburkan 1.800 kilogram bahan semai garam selama empat jam 15 menit.
Berton mengatakan, BNPB memberikan perhatian besar terhadap Kalimantan Barat karena kebakaran terjadi di kawasan lahan gambut yang cukup tebal.
“Perhatian terhadap Kalimantan Barat sangat besar, akibat memang lahan gambut yang tebal, yang terbakar, sehingga membutuhkan penanganan dan pengawasan yang lebih lama, termasuk pendinginan,” ujar Berton.
Oleh karena itu, BNPB terus memperkuat personel dan mengerahkan berbagai sumber daya untuk mempercepat penanganan karhutla.
Upaya tersebut sekaligus dilakukan untuk mencegah kebakaran meluas dan mengurangi dampaknya terhadap masyarakat, termasuk gangguan kualitas udara dan jarak pandang.









