JAKARTA, Probusmedia — Presiden Prabowo Subianto meminta prajurit TNI, terutama Bintara Pembina Desa (Babinsa), ikut turun langsung mengedukasi masyarakat mengenai bahaya pembakaran hutan dan lahan (karhutla).
Langkah tersebut dinilai penting agar upaya pencegahan kebakaran tidak hanya dilakukan ketika api sudah membesar, tetapi dimulai dari tingkat desa.
Baca juga:
Polisi Tetapkan 72 Tersangka KarhutlaSekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya mengatakan arahan tersebut menjadi salah satu perhatian Prabowo dalam pertemuan bersama jajaran pimpinan TNI dan sejumlah menteri.
Pertemuan itu berlangsung di kediaman Prabowo di Hambalang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Sabtu (29/8/2026).
Dalam pertemuan tersebut, Prabowo menekankan pentingnya Babinsa menyampaikan edukasi secara langsung kepada warga di desa.
“Presiden ingin edukasi terkait bahaya pembakaran hutan diberikan para Babinsa di desa kepada warga untuk sama-sama menjaga hutan dan lahan kita bersama,”
kata Seskab Teddy di Jakarta, Minggu (30/8/2026).
Menurut Teddy, pendekatan melalui Babinsa diharapkan membuat informasi mengenai dampak dan bahaya pembakaran hutan lebih mudah diterima masyarakat.
Edukasi tersebut diarahkan langsung ke tingkat desa sebagai bagian dari upaya bersama menjaga hutan dan lahan dari ancaman kebakaran.
Pertemuan Prabowo dengan jajaran terkait tidak hanya membahas persoalan karhutla.
Pemerintah juga membicarakan perkembangan penanganan sejumlah bencana, termasuk kondisi pascagempa bumi di Flores dan erupsi Gunung Merapi.
Selain penanganan bencana, Prabowo turut meminta laporan mengenai penyesuaian persyaratan perekrutan prajurit TNI bagi masyarakat suku Dayak pedalaman.
Pembahasan itu berkaitan dengan upaya menyesuaikan ketentuan rekrutmen agar masyarakat dari wilayah pedalaman dapat memperoleh kesempatan menjadi prajurit TNI.








