JAKARTA, Probusmedia — Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta meminta maaf kepada warga yang tinggal di sekitar Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Bantargebang, Bekasi, Jawa Barat, atas ketidaknyamanan yang terjadi.
Pemprov DKI juga mengapresiasi kesabaran dan dukungan masyarakat selama operasional pengelolaan sampah berlangsung.
Staf Khusus Gubernur DKI Jakarta Bidang Komunikasi Publik Chico Hakim, mengatakan pihaknya memahami keresahan warga akibat kondisi tersebut.
Pemprov DKI pun berupaya mempercepat penyelesaian administrasi agar dana kompensasi bagi masyarakat segera dicairkan.
“Kami paham ketidaknyamanan yang dirasakan warga. Kami berharap warga dapat terus mendukung proses pengelolaan sampah,” ujar Chico.
Sementara itu, penyaluran bantuan langsung tunai (BLT) atau dana kompensasi untuk semester ini masih dalam tahap penyelesaian administrasi.
Proses tersebut melibatkan koordinasi intensif antara perangkat daerah Pemprov DKI Jakarta dan Pemerintah Kota (Pemkot) Bekasi.
“Sementara Pemprov DKI Jakarta terus mengupayakan percepatan penyelesaian administrasi agar hak kompensasi warga dapat segera direalisasikan,” katanya.
Pemprov DKI menargetkan pencairan dana kompensasi tersebut dapat terlaksana pada awal November 2026.
Namun, realisasi penyalurannya masih menunggu penyelesaian proses administrasi dan koordinasi antarpemerintah daerah.







