




Penulis
Fadel PrayogaEditor
Ponco SulaksonoJAKARTA, Probusmedia — Jakarta sudah hampir tiga pekan tidak diguyur hujan dan kondisi kering tersebut ikut memperburuk kualitas udara Ibu Kota.
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengatakan sedang mencari cara untuk mengatasi polusi, termasuk melalui modifikasi cuaca dan mendorong warga beralih ke transportasi umum.
“Memang sekarang ini kondisi cuaca dan juga polusi udara yang cukup apa ya, terjadi, karena memang kita sudah hampir 3 minggu tidak pernah ada hujan,” ujar Pramono kepada wartawan di Jakarta, Minggu (16/8/2026).
Menurut dia, kondisi cuaca yang kering membuat persoalan polusi udara di Jakarta menjadi perhatian pemerintah daerah.
Pramono mengatakan Pemprov DKI Jakarta telah beberapa kali berupaya melakukan modifikasi cuaca untuk memicu turunnya hujan.
Namun, upaya tersebut belum dapat dilakukan karena kondisi atmosfer tidak mendukung akibat minimnya keberadaan awan.
“Pemerintah DKI Jakarta sebenarnya sudah berulang kali mencoba untuk melakukan modifikasi cuaca, tapi kami mohon maaf karena awannya tidak ada, sehingga hujannya juga belum bisa dilakukan,” ujarnya.
Karena itu, pelaksanaan modifikasi cuaca masih menunggu munculnya awan yang memenuhi kondisi untuk dilakukan penyemaian.
Pramono telah meminta Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta berkoordinasi dengan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) untuk memantau peluang pelaksanaan modifikasi cuaca. Jika kondisi awan sudah memungkinkan, operasi modifikasi cuaca akan segera dijalankan.
“Tetapi saya sudah memerintahkan kepada Badan Penanggulangan Bencana Daerah untuk bekerja sama dengan BMKG, kalau kemudian awannya ada untuk segera dilakukan modifikasi cuaca,” katanya.
Selain persoalan minimnya hujan, Pramono menyebut kondisi kering diperkirakan masih berlangsung hingga beberapa waktu ke depan.
Ia memperkirakan fenomena El Nino dan cuaca kering dapat bertahan hingga akhir September sehingga masyarakat diminta ikut berkontribusi mengurangi sumber polusi.
“El Nino ini ataupun kering dan juga akan panjang, diperkirakan akan sampai dengan akhir bulan September. Kita semua harus menjaga dan saya meminta kepada masyarakat sedapat mungkin menggunakan transportasi umum,” tuturnya.
Politikus PDI Perjuangan itu menyebut, penggunaan transportasi umum dapat menjadi salah satu langkah masyarakat untuk membantu menekan emisi kendaraan di Ibu Kota.
Ia menilai fasilitas transportasi publik Jakarta saat ini semakin memadai dan dapat menjadi alternatif bagi warga untuk mengurangi penggunaan kendaraan pribadi.
“Karena sekarang ini fasilitas transportasi umum di Jakarta sudah cukup baik, bahkan 15 golongan kita gratiskan sehingga kami berharap itu akan juga mengurangi polusi yang ada. Karena hampir semua transportasi umum yang terutama untuk TransJakarta pelan-pelan akan kami rubah menjadi mobil listrik semuanya nanti pada tahun 2029,” katanya.