JAKARTA, Probusmedia — Kapolri Jenderal Suyudi Ario Seto menyebut seluruh personel yang bertugas mengamankan demo 28 Oktober di berbagai daerah akan dibekali kamera perekam yang dikenakan pada tubuh atau body-worn camera (bodycam).
Menurut Suyudi, penggunaan bodycam merupakan upaya memperkuat akuntabilitas Polri dalam setiap pelaksanaan pengamanan demonstrasi.
“Sebagai bagian dari penguatan akuntabilitas, Polri juga mendorong penguatan kamera yang dikenakan personel atau body-worn camera dalam pelaksanaan tugas pengamanan,”
ujar Suyudi, Rabu (28/10/2026).
Selain penggunaan bodycam, Suyudi mengaku telah memerintahkan seluruh anggota Polri untuk mengedepankan pendekatan humanis dalam mengamankan aksi unjuk rasa.
Dia menekankan pengelolaan massa harus dilakukan secara dialogis agar masyarakat dapat menyampaikan aspirasi dengan aman.
Suyudi juga mengajak masyarakat menjaga keamanan dan ketertiban serta tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang belum terverifikasi.
“Mengajak masyarakat untuk turut menjaga keamanan dan ketertiban, tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang belum terverifikasi, serta berperan aktif menciptakan lingkungan yang aman dan kondusif,” tuturnya.
Selain itu, Suyudi memastikan Polri terus melakukan reformasi internal secara berkelanjutan.
Pembenahan tersebut dilakukan melalui penguatan pengawasan, penerapan sistem merit dalam pembinaan karier, transformasi digital, serta peningkatan transparansi.
“Kami menyadari bahwa Polri masih jauh dari kesempurnaan. Oleh karena itu, kami terus berbenah dan mendengarkan masukan masyarakat dan memberikan pengabdian yang terbaik bagi masyarakat, bangsa, dan negara,” jelasnya.
Suyudi menegaskan, Polri juga berkomitmen memperkuat penegakan hukum yang adil dan meningkatkan kualitas pelayanan publik.
Menurut dia, langkah tersebut penting untuk menjaga stabilitas keamanan guna mendukung pembangunan nasional di bawah pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.
Dia meminta seluruh jajaran kepolisian memastikan setiap pelaksanaan tugas mampu menjawab kebutuhan masyarakat sekaligus menyesuaikan diri dengan dinamika keamanan, sosial, dan ekonomi.
Suyudi menilai, kepercayaan masyarakat harus dijawab melalui pelayanan yang mudah diakses, penegakan hukum yang adil, serta kehadiran Polri yang memberikan manfaat nyata.
“Upaya tersebut juga diarahkan untuk melindungi perekonomian nasional, menjaga kepastian hukum, serta menciptakan iklim usaha yang aman,” kata dia.









