JAKARTA, Probusmedia — Jaringan Pemantau Pendidikan Indonesia (JPPI) mencatat sebanyak 43.838 orang menjadi korban keracunan program makan bergizi gratis (MBG) sejak program tersebut berjalan pada 2025. Puluhan ribu orang yang keracunan MBG tersebut tersebar di 36 provinsi.
“Jika diakumulasikan sejak tahun 2025, total korban telah mencapai 43.838 orang, yang tersebar di 36 provinsi,”
kata Koordinator Nasional Ubaid Matraji dalam keterangannya, Kamis (3/9/2026).
Kasus keracunan MBG terus terjadi sepanjang 2026. Dikatakan, dalam tujuh bulan atau pada periode Januari hingga Agustus 2026, JPPI mencatat sebanyak 15.735 orang mengalami keracunan MBG. Bahkan, 3.079 menjadi korban keracunan MBG hanya dalam satu bulan, yakni Agustus 2026.
Terus bertambahnya kasus keracunan menunjukkan negara belum menjamin persoalan keamanan pangan dalam pelaksanaan program MBG. Apalagi, satuan pelayanan pemenuhan gizi (SPPG) atau dapur MBG seakan kebal hukum karena belum ada satu pun yang diproses pidana atas berbagai kasus keracunan sejak 2025.
“Ribuan korban keracunan berjatuhan tiap bulan, tetapi belum ada satu pun pihak penyedia MBG yang diproses hukum,” kata dia.
Untuk itu, JPPI meminta pemerintah tidak hanya memberikan teguran atau menutup sementara dapur MBG setiap kali kasus keracunan terjadi. Evaluasi terhadap pelaksanaan MBG dinilai harus menghasilkan perubahan nyata agar kasus serupa tidak terus berulang.
Ubaid menegaskan keselamatan penerima manfaat harus menjadi prioritas utama dalam pelaksanaan program MBG. Pemerintah harus memastikan makanan yang diberikan kepada siswa memenuhi standar keamanan pangan sebelum didistribusikan ke sekolah.









