JAKARTA, Probusmedia — Langkah Presiden Prabowo Subianto yang meminta agar para siswa Indonesia diajarkan bahasa asing sejak jenjang sekolah dasar (SD), mendapat dukungan dari Wakil Ketua Komisi X DPR RI Lalu Hadrian Irfani.
Permintaan Prabowo itu disampaikan dalam Sidang Tahunan MPR RI dan Sidang Bersama MPR-DPR-DPD 2026 di Gedung DPR, Jakarta, Jumat (14/8/2026). Bahasa yang perlu diajarkan antara lain bahasa Inggris, Mandarin, Arab, hingga Rusia.
Lalu mengatakan, penguasaan bahasa asing memang menjadi kebutuhan penting di tengah dunia yang semakin terbuka dan kompetitif. Karena itu, penguatan pembelajaran bahasa asing sejak pendidikan dasar merupakan langkah yang patut didukung.
“Pembelajaran bahasa asing sejak SD sangat penting. Anak-anak harus dipersiapkan agar memiliki kemampuan berkomunikasi dan berinteraksi di tingkat global,” ujar Lalu dalam keterangannya, di Jakarta, Sabtu (15/8/2026).
Namun, menurut Lalu, kebijakan tersebut harus dibarengi dengan kesiapan sistem pendidikan, terutama kompetensi para guru. Ia mengingatkan, jangan sampai pemerintah menetapkan target penguasaan bahasa asing, tetapi tenaga pendidik yang bertugas mengajarkannya belum mendapatkan pembekalan yang memadai.
Selain peningkatan kompetensi guru, Lalu juga meminta pemerintah menyiapkan sarana dan prasarana pendukung pembelajaran bahasa asing. Salah satunya adalah laboratorium bahasa yang dapat digunakan siswa untuk melatih kemampuan mendengar, berbicara, membaca, dan memahami bahasa asing.
“Sarana dan prasarana juga harus mendukung. Kalau kita ingin pembelajaran bahasa asing berkualitas, sekolah harus memiliki fasilitas yang memadai, termasuk laboratorium bahasa dan perangkat pembelajaran digital yang menarik,” jelasnya.
Di sisi lain, Lalu menekankan bahwa peningkatan kualitas pendidikan tidak dapat dipisahkan dari kesejahteraan guru. Menurutnya, guru tidak boleh hanya dibebani tuntutan untuk memberikan pembelajaran berkualitas, sementara kesejahteraannya masih rendah.
“Jangan sampai guru hanya diminta mengajar anak-anak dengan baik, tetapi kesejahteraan mereka masih rendah. Kalau ingin pembelajaran yang baik dan berkualitas, maka kesejahteraan guru juga harus baik,” tegasnya.
Ia mengatakan guru merupakan aktor utama dalam keberhasilan setiap kebijakan pendidikan. Karena itu, pemerintah harus memastikan guru mendapatkan penghasilan dan jaminan kesejahteraan yang layak, sekaligus memperoleh kesempatan pengembangan kompetensi secara berkelanjutan.
“Tanpa kesejahteraan yang baik, guru akan sulit memberikan pembelajaran secara optimal. Karena itu, peningkatan kesejahteraan guru tidak boleh ditawar,” katanya.
Menurutnya, penguatan bahasa asing sejak SD harus ditempatkan sebagai bagian dari upaya membangun sumber daya manusia Indonesia yang kompeten, percaya diri, dan mampu bersaing di tingkat global.
‘’Kebijakan tersebut akan lebih efektif apabila didukung guru yang kompeten, fasilitas pendidikan yang memadai, serta kesejahteraan pendidik yang terjamin,” pungkasnya.






