JAKARTA, Probusmedia — Pendidikan para wakil presiden (wapres) Republik Indonesia memiliki riwat panjang dan dari berbagai latar belakang disiplin ilmu.
Masalah pendidikan wakil presiden menjadi sorotan setelah Mahkamah Konstitusi (MK) menyatakan tidak menemukan bukti meyakinkan Gibran Rakabuming Raka memiliki ijazah yang dapat dijadikan dasar penyetaraan pendidikan setingkat SMA atau sederajat.
Putusan yang dibacakan pada Selasa (6/10/2026) itu memunculkan perhatian terhadap dokumen pendidikan putra sulung Presiden ke-7 RI Joko Widodo itu yang kini mendampingi Presiden Prabowo Subianto.
Dalam pertimbangannya, MK menjelaskan bahwa dokumen certificate of attendance dan dokumen akademik lain yang menjadi dasar penerbitan surat keterangan penyetaraan tidak membuktikan seseorang telah menamatkan jenjang pendidikan tertentu.
Polemik itu membuat riwayat pendidikan para wapres dari masa ke masa menarik untuk ditelusuri, mulai dari Mohammad Hatta hingga Gibran.
Berikut latar belakang pendidikan para wapres yang dirangkum dari berbagai sumber:
- Mohammad Hatta (1945–1956)
Mohammad Hatta merupakan wakil presiden pertama Indonesia yang mendampingi Presiden Soekarno sejak kemerdekaan.
Ia menempuh pendidikan di ELS, MULO, dan HBS sebelum melanjutkan studi ekonomi di Handels Hogeschool, Rotterdam, Belanda.
Pendidikan ekonomi tersebut memperluas wawasan Hatta mengenai perekonomian dan tata kelola negara.
Ia kemudian dikenal sebagai salah satu proklamator kemerdekaan sekaligus tokoh penting dalam perkembangan pemikiran ekonomi Indonesia.
- Sri Sultan Hamengkubuwono IX (1973–1978)
Sri Sultan Hamengkubuwono IX menjabat sebagai wapres kedua Indonesia pada pemerintahan Presiden Soeharto.
Ia mengenyam pendidikan dasar dan menengah di sejumlah sekolah, sebelum melanjutkan studi di Rijksuniversiteit Leiden, Belanda.
Di Leiden, Sri Sultan mempelajari indologi, bidang kajian yang berkaitan dengan Indonesia. Selain menjadi pemimpin Kesultanan Yogyakarta, ia berperan dalam perjuangan kemerdekaan dan pemerintahan Indonesia.
- Adam Malik (1978–1983)
Adam Malik merupakan wapres ketiga Indonesia yang dikenal melalui kiprahnya di dunia jurnalistik, diplomasi, dan politik.
Ia tidak menempuh pendidikan tinggi formal dan mengembangkan pengetahuannya melalui pembelajaran secara mandiri serta pengalaman organisasi.
Kariernya dimulai dari dunia pers dan pergerakan nasional sebelum memasuki pemerintahan.
Adam Malik kemudian menjabat Menteri Luar Negeri dan berperan dalam diplomasi Indonesia di tingkat internasional.
- Umar Wirahadikusumah (1983–1988)
Umar Wirahadikusumah merupakan wapres keempat Indonesia yang memiliki latar belakang militer.
Ia menempuh pendidikan umum sebelum melanjutkan pendidikan militer dan membangun karier di lingkungan Angkatan Darat.
Pengalaman tersebut mengantarkannya menduduki sejumlah jabatan strategis di TNI.
Sebelum menjadi orang nomor dua di Indonesia, Umar pernah menjabat Kepala Staf Angkatan Darat dan Panglima Komando Cadangan Strategis Angkatan Darat.
- Sudharmono (1988–1993)
Sudharmono menjadi wapres kelima Indonesia setelah meniti karier di bidang hukum dan pemerintahan. Ia menempuh pendidikan hukum, termasuk pendidikan di Sekolah Tinggi Hukum Militer.
Latar belakang tersebut mendukung kiprahnya dalam birokrasi dan pemerintahan. Sebelum menjadi wakil presiden, Sudharmono pernah menjabat Menteri Sekretaris Negara dan Ketua Umum Golongan Karya.
- Try Sutrisno (1993–1998)
Try Sutrisno merupakan wapres keenam Indonesia yang meniti karier melalui jalur militer. Ia menyelesaikan pendidikan menengah sebelum melanjutkan pendidikan di Akademi Teknik Angkatan Darat.
Setelah menempuh pendidikan militer, Try menduduki berbagai jabatan di lingkungan Angkatan Darat.
Ia kemudian menjabat Panglima Angkatan Bersenjata Republik Indonesia sebelum terpilih menjadi wapres.
- Bacharuddin Jusuf Habibie (1998)
Bacharuddin Jusuf Habibie atau B.J. Habibie merupakan wapres ketujuh Indonesia yang kemudian menggantikan Soeharto sebagai presiden pada 1998.
Ia menempuh pendidikan teknik di Institut Teknologi Bandung sebelum melanjutkan studi teknik penerbangan di Technische Hochschule Aachen, Jerman.
Habibie meraih gelar doktor di bidang teknik dari perguruan tinggi tersebut. Keahliannya dalam teknologi penerbangan menjadi bagian penting dari perjalanan kariernya di industri, penelitian, dan pemerintahan.
- Megawati Soekarnoputri (1999–2001)
Megawati Soekarnoputri merupakan wakil presiden kedelapan Indonesia yang mendampingi Presiden Abdurrahman Wahid.
Ia menempuh pendidikan di Perguruan Cikini, Jakarta, kemudian melanjutkan studi di Fakultas Pertanian Universitas Padjadjaran, Bandung.
Megawati juga pernah mengikuti pendidikan di Fakultas Teknik Universitas Indonesia. Namun, ia tidak menyelesaikan pendidikan tinggi tersebut hingga memperoleh gelar sarjana.
- Hamzah Haz (2001–2004)
Hamzah Haz menjadi wapres kesembilan Indonesia pada masa pemerintahan Megawati Soekarnoputri.
Ia menempuh pendidikan agama di Kalimantan Barat sebelum melanjutkan pendidikan di Akademi Koperasi Negara, Malang.
Ia kemudian melanjutkan pendidikan di Universitas Tanjungpura, Pontianak. Sebelum menduduki jabatan wakil presiden, Hamzah dikenal melalui kiprahnya di dunia jurnalistik dan politik, terutama bersama Partai Persatuan Pembangunan.
- Muhammad Jusuf Kalla (2004–2009)
Muhammad Jusuf Kalla pertama kali menjabat sebagai wapres pada pemerintahan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono.
Ia menempuh pendidikan menengah di SMA Negeri 3 Makassar sebelum melanjutkan studi di Fakultas Ekonomi Universitas Hasanuddin.
Jusuf Kalla juga mengikuti pendidikan di Asian Institute of Management, Manila, Filipina. Latar belakang pendidikannya berjalan beriringan dengan pengalaman sebagai pengusaha dan politikus.
- Boediono (2009–2014)
Boediono merupakan wapres kesebelas Indonesia yang mendampingi Susilo Bambang Yudhoyono pada periode kedua pemerintahannya.
Ia menempuh pendidikan ekonomi di Indonesia sebelum melanjutkan studi di University of Western Australia dan memperoleh gelar Bachelor of Commerce.
Pendidikan Boediono berlanjut di Monash University, Australia, hingga meraih gelar Master of Economics.
Ia kemudian menyelesaikan pendidikan doktoral di bidang ekonomi di University of Pennsylvania, Amerika Serikat, sebelum berkarier sebagai akademisi dan pejabat ekonomi.
- Ma’ruf Amin (2019–2024)
Ma’ruf Amin merupakan wakil presiden ketiga belas Indonesia yang mendampingi Presiden Joko Widodo pada periode 2019–2024. Ia menempuh pendidikan dasar di Tangerang sebelum melanjutkan pendidikan agama di Pesantren Tebuireng, Jombang, Jawa Timur.
Setelah menempuh pendidikan pesantren, Ma’ruf melanjutkan studi di Fakultas Agama Islam Universitas Ibnu Chaldun, Jakarta.
Ia kemudian dikenal melalui kiprahnya sebagai ulama, tokoh organisasi Islam, dan politikus sebelum terpilih menjadi wakil presiden.
- Gibran Rakabuming Raka (2024–2029)
Gibran Rakabuming Raka merupakan wapres ke-14 berdasarkan urutan masa jabatan. Ia menempuh pendidikan dasar dan menengah pertama di Surakarta sebelum melanjutkan pendidikan ke Singapura dan Australia.
Dalam riwayat pendidikan yang dipublikasikan, Gibran tercatat bersekolah di Orchid Park Secondary School, Singapura, kemudian melanjutkan pendidikan di UTS Insearch, Sydney, Australia, serta Management Development Institute of Singapore (MDIS).





