JAKARTA, Probusmedia — Elektabilitas Presiden Prabowo Subianto masih memimpin persaingan calon presiden (capres) jika pemilihan presiden digelar saat ini, berdasarkan survei terbaru Parameter Politik Indonesia (PPI).
Di sisi lain, survei yang sama mencatat 65,4 persen responden menyatakan puas terhadap kinerja pemerintahan yang dipimpin Prabowo.
Dalam simulasi elektabilitas capres dengan pertanyaan terbuka, Prabowo menempati posisi pertama, disusul Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi dan mantan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan.
Direktur Eksekutif PPI Adi Prayitno menjelaskan bahwa responden diminta menyebutkan nama capres pilihan mereka secara spontan tanpa diberikan daftar kandidat.
“Ini adalah elektabilitas presiden secara terbuka. Jadi ini adalah pertanyaan terbuka. Pertanyaannya adalah, ‘Jika pemilihan presiden dilaksanakan saat ini, siapakah yang akan Anda pilih menjadi Presiden Republik Indonesia?’. Responden diminta untuk menjawab secara spontan,”
kata Adi dalam pemaparan survei secara virtual, Minggu (18/10/2026).
Hasil survei menunjukkan Prabowo memperoleh elektabilitas sebesar 31,6 persen, unggul dari Dedi Mulyadi yang meraih 11,4 persen dan Anies Baswedan dengan 10,1 persen.
Sementara itu, Gibran Rakabuming berada di posisi berikutnya dengan 6,9 persen, disusul Ganjar Pranowo sebesar 4,4 persen.
“Pertama, Pak Prabowo Subianto. Prabowo Subianto 31,6%, disusul Dedi Mulyadi 11,4%, disusul Anies Baswedan 10,1%, disusul Gibran Rakabuming 6,9%, disusul Ganjar Pranowo 4,4%, dan seterusnya,” ujar Adi.
Selain mengukur elektabilitas calon presiden, PPI turut meneliti tingkat kepuasan masyarakat terhadap kinerja pemerintah.
Hasilnya, sebanyak 65,4 persen responden mengaku puas, sedangkan 32,5 persen menyatakan tidak puas.
Dalam survei tersebut, responden diminta menilai kinerja pemerintah dengan memilih kategori sangat puas, puas, tidak puas, atau sangat tidak puas. Adapun 2,1 persen responden lainnya menyatakan tidak tahu atau tidak memberikan jawaban.
“Jika digabungkan yang sangat puas dengan yang puas itu totalnya ada 65,4%. Sementara ada sekitar 32,5% yang menyatakan tidak puas dan sangat tidak puas dengan kinerja pemerintahan secara umum. Sementara menjawab tidak tahu dan tidak menjawab itu adalah 2,1%,” ujarnya.
Survei tersebut dilaksanakan pada 26 September hingga 6 Oktober 2026 melalui wawancara tatap muka terhadap 1.200 responden di 38 provinsi di Indonesia.
PPI menggunakan metode multistage random sampling atau pengambilan sampel acak bertingkat, dengan tingkat kepercayaan 95 persen dan margin of error sekitar 2,83 persen.








