JAKARTA, Probusmedia — Anggota Komisi IX DPR RI Edy Wuryanto menantang Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Sudaryono bertaruh bahwa kasus keracunan Makan Bergizi Gratis (MBG) pasti terus terjadi jika tata kelola makanan siap saji berskala besar tidak dibenahi.
Tantangan tersebut disampaikan Edy dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) Komisi IX DPR RI bersama Kepala BGN Sudaryono di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (3/9/2026).
Menurut Edy, pengelolaan makanan dalam jumlah besar memiliki tingkat kerumitan yang tidak bisa ditangani dengan pendekatan sederhana.
“Pak Kepala ke depan pasti masih sibuk urusi keracunan, udahlah taruhan sama saya soal keracunan,” kata Edy dalam rapat tersebut.
Ia kemudian kembali menegaskan bahwa persoalan keamanan pangan dalam program MBG memiliki banyak variabel yang harus diperhitungkan.
“Taruhan sama saya, apakah ini dianggap gampang? Tidak, Pak. Variabelnya komplek, kita enggak bisa dengan yakin bahwa ini keracunan enggak akan terjadi, udahlah taruhan sama saya,” ujar Edy.
Politikus PDIP itu menilai potensi keracunan tetap ada apabila berbagai faktor dalam tata kelola makanan siap saji tidak ditangani secara serius.
Edy mengatakan pengelolaan makanan siap saji dalam skala besar membutuhkan koordinasi lintas instansi.
Ia menilai sejumlah pihak, termasuk Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) serta pemerintah daerah, sejak awal telah diingatkan untuk dilibatkan dalam pengawasan MBG.
“Keracunan pasti akan terjadi karena memang variabel-variabel yang menuju pada tata kelola makanan siap saji yang dari awal sudah kita warning, libatkan BPOM, libatkan pemerintah daerah, itu enggak memenuhi,” kata Edy.
Menurut dia, pola pengelolaan yang berjalan saat ini belum cukup untuk memastikan seluruh aspek keamanan pangan dapat dikendalikan.
Edy juga mengkritik pola kerja BGN yang dinilainya terlalu terpusat dan tidak cukup melibatkan instansi lain.
“BGN mau main sendiri, vertikal seragam,” kata Edy.






