JAKARTA, Probusmedia — Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi) Meutya Hafid merespons ancaman mantan anggota parlemen Singapura, Calvin Cheng yang menyatakan akan memotong konektivitas internet Indonesia.
Dia menyebutkan Sistem Komunikasi Kabel Laut (SKKL) yang mendarat di Singapura, tidak sampai dengan tiba-tiba.
“Kita tidak perlu geram. Sistem Komunikasi Kabel Laut (SKKL) yang mendarat di Singapura, tidak sampai dengan tiba-tiba,”
Meutya menuturkan jalur internet Singapura tetap melalui perairan Indonesia. Sehingga, jika internet tersebut dipotong, maka 80 persen kapasitas konektivitas Singapura juga terancam lumpuh.
“Penduduk Indonesia jumlahnya 47 kali lipat dari Singapura. 267 juta masyarakat terhubung ke internet. Tanpa angka ini, investor perusahaan teknologi global berpotensi angkat kaki dari Singapura,” kata Meutya.
Lebih lanjut, politisi Golkar itu menjelaskan infrastruktur digital mesti dijaga secara bersama-sama. Tujuannya, agar konektivitas global Singapura dan Indonesia juga tetap terjaga.
“Kita tidak boleh berpikir kerdil. Infrastruktur digital adalah sektor yang perlu dijaga bersama, tidak hanya untuk kepentingan kedua negara tapi juga untuk konektivitas global,” tandasnya.
Diketahui, Calvin Cheng turut mengunggah infografis mengenai ketergantungan internet Indonesia terhadap Singapura melalui akun X @calvinelcheng, Minggu (25/10).
Dia menyebut, Infografis bertajuk Indonesia’s Internet Dependence on Singapore itu mengklaim sekitar 90 persen lalu lintas internet internasional Indonesia melewati Singapura.
Dalam infografis tersebut, Singapura digambarkan sebagai salah satu gerbang utama konektivitas internet global Indonesia melalui infrastruktur pusat data, layanan komputasi awan, dan kabel bawah laut.
Calvin menyertakan unggahan tersebut dengan pertanyaan singkat, “Cut?” atau “Potong?”
Kemudian, dia menambahkan bahwa Singapura tidak akan melakukan tindakan pemutusan konektivitas tersebut.
“Kami adalah orang-orang beradab yang taat hukum. Tentu saja kami tidak akan melakukan hal ini,” kata Calvin.
Unggahan Calvin muncul di tengah sorotan terhadap kebijakan pemerintah Indonesia mengurangi pasokan gas alam ke Singapura.
Dalam unggahan lainnya, Calvin mengkritik pemerintah Indonesia terkait penghormatan terhadap perjanjian internasional terkait suplai gas.









