JAKARTA, Probusmedia — Kapolri Jenderal Suyudi Ario Seto mengungkapkan pihaknya telah menetapkan 11 perusahaan sebagai tersangka korporasi dalam kasus kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Dia menegaskan tiga di antaranya merupakan perusahaan penanaman modal asing (PMA).
“Kita sudah tetapkan 11 tersangka korporasi. Tiga di antaranya adalah PMA (Penanaman Modal Asing), sementara masih dalam proses,” kata Suyudi di Kompleks Istana Kepresidenan dikutip Kamis (22/10/2026).
Meski demikian, Suyudi belum membeberkan identitas 11 perusahaan yang telah ditetapkan sebagai tersangka tersebut.
Sebelumnya, Suyudi menyebutkan, Bareskrim Polri tengah menyelidiki 98 laporan polisi terkait dugaan keterlibatan korporasi dalam kebakaran hutan dan lahan.
Seluruh laporan tersebut telah ditingkatkan ke tahap penyidikan.
“98 LP (laporan polisi) yang naik sidik terkait korporasi ke tingkat penyidikan ada 98 kasus,” ujar Suyudi seusai rapat terbatas di Istana Merdeka, Senin (19/10/2026).
Menurut Suyudi, penyidik masih mengumpulkan alat bukti untuk mengungkap pihak-pihak yang bertanggung jawab atas kebakaran hutan dan lahan di Indonesia.
Dia mengatakan, penyidikan tidak hanya menyasar perusahaan, tetapi juga dapat mengungkap tanggung jawab pemilik perusahaan dan pemegang saham yang terbukti terlibat.
“Baik pemilik perusahaan dan pemegang sahamnya yang bertanggung jawab pada terjadinya karhutla di Indonesia,” katanya.
Suyudi juga mengungkapkan adanya keterlibatan pihak asing dalam sejumlah kasus yang sedang didalami.
Namun, dia mengatakan penyidik masih memilah perusahaan yang masuk kategori penanaman modal asing dan perusahaan yang tidak termasuk dalam kategori tersebut.
“Dari 98 kasus yang didalami, ada keterlibatan pihak asing. Namun, karena dalam proses penyidikan ini masih kita pilah, mana yang PMA (penanaman modal asing), mana yang bukan pihak asing. Tapi yang jelas ada keterlibatan pihak asing,” ujar Suyudi.
Saat ditanya apakah perusahaan yang diselidiki itu termasuk tujuh perusahaan yang disebut Pemerintah Singapura, Suyudi membenarkannya.
“Ya ada negara tetangga,” ucapnya.







