JAKARTA, Probusmedia — Ratusan mahasiswa Universitas Trisakti menggelar aksi unjuk rasa di kawasan Jalan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Kamis (29/10/2026).
Dalam aksi tersebut, mereka mendesak pemerintah menanam kembali pohon yang terdampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Mereka menilai masyarakat di wilayah terdampak berpotensi mengalami gangguan kesehatan serta menghambat kegiatan belajar anak-anak.
“Saudara-saudara kita yang ada di Kalimantan, Sumatera, Papua, terkena ISPA, sakit, tidak bisa bersekolah karena efek kebakaran hutan teman-teman,” kata Presiden Mahasiswa Trisakti Dhenni Ribowo di atas mobil komando.
Selain itu, ia juga mempertanyakan nasib kawasan hutan pascakebakaran. Ia menyoroti lahan bekas kabakaran akan dialihfungsikan menjadi perkebunan kelapa sawit atau kawasan pertambangan.
“Apakah orang yang ada di sana bisa menjanjikan setelah kebakaran hutan ini selesai, apakah akan menjadi hutan kembali teman-teman? Atau hanya menjadi kelapa sawit, atau daerah-daerah tambang teman-teman?” lanjutnya.
Kulitas Udara Kalimantan Masih Buruk
Sementara Ketua BEM FH Trisakti Zahra Nazira Firman menilai masyarakat Kalimantan belum bisa menikmati kualitas udara yang sama dengan warga ibu kota.
“Di Kalimantan hari ini, belum tentu mereka merasakan hawa segar yang kita rasakan hari ini, dan ini sangat miris,” kata Zahra.
Zahra juga mendesak agar Satgas PKH dimintai pertanggungjawaban atas persoalan yang disoroti mahasiswa. Ia menyebut satgas tersebut telah dibentuk sejak 2025.
“Satgas PKH ini sudah ada pada tahun 2025. Tapi hari ini, sama sekali Satgas PKH tidak disentuh. Mereka harus bertanggung jawab, mereka harus diadili,” tegasnya.
Lebih lanjut, Zahra memastikan mahasiswa Trisakti akan terus mendorong pemerintah untuk memulihkan kawasan hutan terbakar dan memenuhi hak-hak masyarakat yang terdampak.
“Tapi insyaallah apapun yang kita lakukan hari ini, kita usahakan untuk mencapai apa yang kita target,” tandasnya.







