JAKARTA, Probusmedia — Senanyak lima jurnalis yang hilang kontak saat menjalankan tugas peliputan erupsi Gunung Anak Krakatau hingga kini masih dalam pencarian.
Menteri Hukum (Menkum) Supratman Andi Agtas berharap seluruh jurnalis tersebut segera ditemukan dalam keadaan selamat.
Supratman menilai kelima jurnalis itu telah menunjukkan dedikasi luar biasa dalam menjalankan tugas jurnalistik di tengah situasi erupsi Gunung Anak Krakatau.
Politikus Partai Gerindra itu mengajak seluruh pihak untuk bersama-sama mendoakan keselamatan para jurnalis yang belum diketahui keberadaannya.
“Semoga doa yang kita panjatkan bisa menjadi bagian dari upaya kita untuk menjadi satu kesatuan sebagai anak bangsa,”
ujar Supratman di Jakarta, Jumat (11/9/2026).
Supratman mengajak seluruh peserta acara mengheningkan cipta sejenak untuk mendoakan lima jurnalis yang hilang kontak.
Doa tersebut dipanjatkan sesuai dengan keyakinan masing-masing sebagai bentuk kepedulian dan harapan agar mereka segera ditemukan.
Sebelumnya, Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) memperluas operasi pencarian pada hari keempat dengan mengerahkan 13 kapal ke empat sektor pencarian.
Langkah tersebut dilakukan untuk mempercepat upaya menemukan lima jurnalis yang hilang saat meliput erupsi Gunung Anak Krakatau.
Kepala Kantor SAR Banten Al Amrad menyebut 13 kapal yang dikerahkan dalam operasi tersebut terdiri atas KRI Kerambit 627, KN SAR Tetuka, KP Hayabusa, KN SAR Basudewa, KRI Leuser 924, KAL Anyer, KP Sanjaya, RIB 02 Banten, RBB P Peucang, RIB Lampung, KAL Pahawang, TB Gunung Santri, dan KRI Lepu.
Seluruh armada tersebut disebar ke sejumlah wilayah untuk memperluas cakupan pencarian di laut.
“Untuk hari ini, kami menggerakkan 13 alutsista yang terbagi dalam empat sektor,”
kata Al Amrad di Pos SAR Marina Carita, Pandeglang, Banten, Jumat (11/9/2026).
Pada sektor A, tim SAR melakukan penyisiran di wilayah laut dengan luas area pencarian sekitar 1.026 mil laut. Pencarian di sektor tersebut melibatkan KRI Kerambit, KP Sanjaya, dan KAL Pahawang.
“Karena luas areanya cukup luas, jadi di situ kami menggunakan tiga alutsista dan di situ posisinya di laut lepas, kurang lebih di Tanjung Belimbing, Lampung,” ujarnya.








