JAKARTA, Probusmedia — Sebanyak 14 calon Hakim Agung dan Hakim Ad Hoc pada Mahkamah Agung telah mendapat persetujuan DPR RI usai menjalani uji kelayakan dan kepatutan atau fit and proper test di Komisi III DPR RI. Persetujuan ke-14 calon itu diambil dalam Rapat Paripurna di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (18/8/2026).
Berdasarkan Laporan Harta kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) terbaru pada situs resmi KPK, 14 calon Hakim Agung dan Hakim Ad Hoc memiliki harta kekayaan yang bervariatif.
Berikut daftar kekayaan para calon hakim agung MA:
Nurnaningsih
Nurnaningsih adalah istri mendiang politikus Partai Gerindra Desmond J Mahesa. Nurnaningsih memiliki kantor notaris di Ragunan, Jakarta Selatan.
Sebagai calon hakim agung, ia tercatat melaporkan LHKPN KPK pada 15 Januari 2026. Total kekayaannya mencapai sekitar Rp51.725.309.172.
Kekayaan itu terdiri dari harta tidak bergerak dengan nilai Rp37.144.400.000 yang terdiri dari 9 tanah dan bangunan berlokasi di Jakarta Selatan, Kota Serang, Tangerang, Banjarbaru, Bogor, dan Tangerang Selatan.
Kemudian harta bergerak, yakni satu unit mobil Alphard 2.5 senilai Rp450.000.000.
Dalam LHKPN itu juga, Nurnaningsih memiliki harta bergerak lainnya bernilai Rp1.642.500.000. Kemudian, surat berharga dengan nilai Rp200.000.000, kas dan setara kas bernilai Rp9.738.409.172, serta harta lainnya sebanyak Rp2.550.000.000.
Dhifla Wiyani
Dhilfa merupakan advokat DW & Partners. Ia juga bekas caleg dari Golkar pada Pemilu 2024 lalu.
Dhilfa tercatat melaporkan kekayaannya pada 31 Desember 2025 dengan total sebanyak Rp12.621.196.814. Kekayaan itu terdiri dari harta bergerak, yakni dua unit mobil Lexus UX300E dan Honda Brio dengan total Rp735.000.000.
Selain itu, dia juga memiliki harta tidak bergerak senilai Rp11.020.000.000 yang terdiri atas 3 tanah dan bangunan berlokasi di Kota Padang dan Depok.
Dalam laporan itu juga, Dhilfa memiliki harta bergerak lainnya bernilai Rp580.000.000. Kemudian, surat berharga senilai Rp347.000.000, kas dan setara kas dengan nilai Rp44.196.814, serta ia memiliki utang sebanyak Rp105.000.000.
Sugiyanto
Sugiyanto tercatat melaporkan LHKPN KPK pada 31 Desember 2025 dengan total kekayaan sebanyak Rp9.955.443.895.
Dia memiliki harta tidak bergerak bernilai Rp7.988.700.000 yang terdiri atas 31 tanah dan bangunan berlokasi Kota Pati. Selain itu, Sugiyanto memiliki harta bergerak, yakni 4 unit sepeda motor dan 3 mobil dengan nilai Rp261.500.000.
Dalam LHKPN itu juga, Sugiyanto memiliki harta bergerak lainnya dengan nilai Rp167.000.000, kemudian kas setara kas senilai Rp1.610.355.439, serta utang sebesar Rp72.111.544.
L.Y. Hari Sih Advianto
Hari Sih Advianto tercatat melaporkan LHKPN KPK pada 31 Desember 2025 dengan total kekayaan sebesar Rp9.250.241.918.
Kekayaan itu terdiri dari harta bergerak, yakni dua unit sepeda motor dan dua unit mobil senilai Rp542.500.000. Kemudian, ia juga memiliki harta tidak bergerak lainnya dengan nilai Rp8.500.000.000 berupa 3 tanah dan bangunan berlokasi di Tangerang Selatan.
Selain itu, Hari memiliki harta bergerak lainnya dengan nilai Rp15.000.000. Kemudian, surat berharga bernilai Rp111.000.000, harta lainnya Rp30.000.000, serta kas dan setara kas sebesar Rp 251.501.918
Yeheskiel Minggus Tiranda
Yeheskiel tercatat melaporkan LHKPN KPK pada 30 Maret 2026 dengan total kekayaan Rp7.471.362.784.
Dalam LHKPN, ia memiliki harta tidak bergerak senilai Rp5.542.062.000 yang terdiri dari 9 tanah dan bangunan berlokasi di Kota Makassar, Bekasi, Maros, Semarang, Bogor, Gowa, dan Surabaya.
LHKPN juga mencatat Yeheskiel memiliki harta bergerak, yakni dua unit mobil senilai Rp210.000.000. Ia juga memiliki harta bergerak lainnya bernilai Rp129.500.000, kemudian surat berharga senilai Rp125.000.000.
Selain itu, Yeheskiel memiliki kas dan setara kas sejumlah Rp1.489.451.784, dan harta lainnya dengan nilai Rp100.000.000.
Mamat Ruhimat
Mamat tercatat melaporkan LHKPN KPK pada 31 Desember 2025 dengan total kekayaan Rp7.419.678.995. Ia memiliki harta bergerak senilai Rp552.500.000, berupa 2 unit sepeda motor dan 2 unit mobil.
Selain itu, ia juga memiliki harta tidak bergerak sejumlah Rp7.953.900.000 yang terdiri atas 19 tanah dan bangunan berlokasi di Kota Bandung, Karawang, Purwakarta, dan Sumedang.
Tak hanya itu, ia memiliki harta bergerak lainnya sebesar Rp8.500.000. Kemudian, kas dan setara kas sebesar Rp500.000.000, harta lainnya bernilai Rp9.265.115.284, dan utang sebanyak Rp1.845.436.289.
Syamsul Arief
Syamsul Arief tercatat melaporkan LHKPN KPK pada 31 Desember 2025 dengan total kekayaan Rp5.875.920.786.
Ia memilki harta bergerak senilai Rp253.000.000 berupa 2 unit mobil dan 1 unit sepeda motor. Di samping itu, ia memiliki harta tidak bergerak senilai Rp4.780.000.000 yang terdiri atas 10 tanah dan bangunan berlokasi di Bandar Lampung, Depok, Pesawaran, dan Metro.
Dalam LHKPN, Syamsul memiliki harta bergerak lainnya dengan nilai Rp165.000.000, lalu kas dan setara kas sebesar 677.920.786.
Sudharmawatiningsih
Sudharmawatiningsih tercatat melaporkan harta kekayaan pada 31 Desember 2025 dengan total Rp5.834.595.026.
Dia memiliki harta tidak bergerak bernilai Rp3.882.480.000 yang terdiri dari 5 tanah dan bangunan berlokasi di Semarang dan Yogyakarta.
Dalam LHKPN, Sudharmawatiningsih memiliki harta bergerak dengan nilai Rp3.882.480.000 berupa 1 unit sepeda motor dan 1 unit mobil.
Lebih lanjut, ia memiliki harta bergerak lainnya bernilai Rp511.306.270, kemudian kas dan setara kas sebanyak Rp1.585.263.931. Sudharmawatiningsih juga memiliki utang sebanyak Rp176.455.175.
Maftuh Efendi
Maftuh Efendi tercatat melaporkan LHKPN KPK pada 31 Desember 2025 dengan total kekayaan Rp5.576.851.697.
Ia memiliki harta tidak bergerak dengan nilai Rp5.170.000.000 yang terdiri dari 9 tanah dan bangunan berlokasi di Semarang, Tangerang Selatan, Pemalang, dan Tangerang. Dalam LHKPN, Maftuh memiliki harta bergerak berupa 1 unit mobil Pajero Sport bernilai Rp500.000.000.
Tak hanya itu, ia memiliki harta bergerak lainnya senilai Rp72.500.000, kemudian surat berharga sejumlah Rp50.000.000, kas dan setara kas dengan nilai Rp1.192.261.394, serta utang sebanyak Rp1.407.909.697.
Musthofa
Mustofa tercatat melaporkan LHKPN KPK pada 31 Desember 2025 dengan total kekayaan Rp4.120.180.868. Dalam LHKPN, dia memiliki harta tidak bergerak senilai Rp4.700.000.000 yang terdiri dari 3 tanah dan bangunan berlokasi di Malang.
Selain itu, ia memiliki harta bergerak berupa satu unit motor dan mobil senilai Rp4.700.000.000. Kemudian, harta bergerak lainnya dengan nilai Rp89.450.000, kas dan setara kas senilai Rp90.453.638, serta utang sebanyak Rp1.083.722.770.
Sobandi
Sobandi tercatat melaporkan LHKPN KPK pada 31 Desember 2025 dengan total kekayaan Rp3.972.425.684. LHKPN melaporkan ia memiliki harta bergerak berupa 2 unit sepeda motor dan 1 unit mobil dengan nilai Rp245.000.000, kemudian kas dan setara kas senilai Rp840.655.656.
Sobandi juga memiliki harta tidak bergerak bernilai Rp2.846.500.000 yang terdiri atas 11 tanah dan bangunan berlokasi di Pandeglang, Bandung, Karawang, dan lain-lain. Di samping itu, ia memiliki utang sebesar Rp77.729.972.
Roki Panjaitan
Roki tercatat melaporkan LHKPN KPK pada 31 Desember 2025 dengan total kekayaan Rp2.738.880.704. Roki memiliki harta bergerak berupa 2 unit mobil dan 3 unit sepeda motor senilai Rp72.000.000, kemudian kas dan setara kas sejumlah Rp2.330.880.704.
Selain itu, ia memiliki harta tidak bergerak bernilai Rp336.000.000 yang terdiri dari 5 tanah dan bangunan berlokasi di Bogor dan Jakarta Utara.
13 Edwin Partogi Pasaribu
Edwin tercata melaporkan LHKPN KPK pada 31 Desember 2023 dengan total kekayaan Rp1.572.006.417. LHKPN melaporkan Edwin memiliki harta bergerak senilai Rp359.000.000 berupa 2 unit sepeda motor dan 1 unit mobil. Kemudian, kas dan setara kas bernilai Rp76.006.417 serta harta bergerak lainnya dengan nilai Rp1.000.000.000 yang terdiri atas satu tanah dan bangunan berlokasi di Jakarta Timur.
Selain itu, dia memiliki harta bergerak lainnya dengan nilai Rp137.000.000.
Soediyo
Soediyo tercatat melaporkan LHKPN KPK dengan total kekayaan Rp702.600.000 pada 31 Desember 2025. Dalam LHKPN, ia memiliki harta tidak bergerak sejumlah Rp900.000.000 yang terdiri dari 1 tanah dan bangunan berlokasi di Jambi. Kemudian, Soediyo juga memiliki harta bergerak berupa 1 unit mobil dan sepeda motor bernilai Rp158.000.000.
Tak hanya itu, ia juga memiliki harta bergerak lainnya dengan nilai Rp3.000.000, kas dan setara kas senilai Rp26.600.000, serta utang sebesar Rp385.000.000.