JAKARTA, Probusmedia — Program Padat Karya Dinas Lingkungan Hidup (DLH) DKI Jakarta membuka kesempatan kerja bagi warga dari berbagai kelompok usia. Peserta yang lolos seleksi akan mendapat pekerjaan dengan upah harian di sejumlah lokasi pengelolaan sampah.
Mereka bekerja sebagai petugas pemilah sampah di Suku Dinas Lingkungan Hidup dan tenaga pembantu (helper) di RDF Plant Rorotan.
Peserta program tersebut berasal dari Jakarta Barat, Jakarta Utara, Jakarta Timur, dan Jakarta Selatan.
Salah satu peserta, Yeti Puspita (43), warga Pesing, Jakarta Barat, bekerja sebagai petugas pemilah sampah di Suku Dinas Lingkungan Hidup Jakarta Barat.
Ibu dari dua anak itu mengaku bahwa pekerjaan tersebut membantunya menambah penghasilan keluarga. Selain itu, ia juga mendapat pengetahuan tentang pengelolaan sampah.
Kemudian, Syafiq Albar (19), warga Duren Sawit, Jakarta Timur, bekerja sebagai helper di RDF Plant Rorotan. Lulusan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) itu mengatakan penghasilan yang diterimanya lebih besar dari perkiraan.
Dari penghasilan tersebut, ia berencana memberikan sebagian pendapatannya kepada orang tua.
Program ini juga memberi kesempatan kerja kepada warga berusia di atas 40 tahun.
Ristika Damayanti (46), ibu tunggal asal Plumpang, Jakarta Utara, lolos seleksi sebagai petugas pemilah sampah di Suku Dinas Lingkungan Hidup Kepulauan Seribu.
Ristika menyambut baik program tersebut. Menurutnya, mencari pekerjaan pada usia di atas 40 tahun bukan hal yang mudah.
Lebih lanjut, Testo Gumilar (60), warga Cibubur, Jakarta Timur merasakan hal serupa. Anggota Bank Sampah Asri Berseri RW 11 itu dinyatakan lolos seleksi sebagai petugas pemilah sampah di Suku Dinas Lingkungan Hidup Jakarta Selatan.
Testo sempat ragu untuk mengikuti seleksi karena banyak peserta yang berusia lebih muda. Namun, ia akhirnya mendapat kesempatan bekerja meski sudah berusia 60 tahun.
Kepala DLH DKI Jakarta Dudi Gardesi mengatakan program Padat Karya bertujuan membuka kesempatan kerja sekaligus mendukung pengelolaan sampah.
Melalui program Padat DLH, para peserta mendapat penghasilan dan bisa menerapkan pengetahuannya dalam kehidupan sehari-hari.
Staf Khusus Gubernur DKI Jakarta Chico Hakim mengatakan program ini sebagai upaya Pemprov DKI membuka lapangan kerja bagi warga dari berbagai kelompok usia.
“Melalui Padat Karya DLH, Pemprov DKI di bawah kepemimpinan Gubernur Pramono Anung memberikan kesempatan kerja kepada warga dari berbagai usia, termasuk mereka yang sudah berusia di atas 40 dan 60 tahun. Di samping memperoleh penghasilan untuk menopang kebutuhan keluarga, peserta juga ikut serta menjaga lingkungan Jakarta,” ujar Chico.
Para peserta berharap program Padat Karya dapat diperpanjang agar lebih banyak warga mendapat kesempatan kerja.
Mereka juga berharap pengetahuan yang diperoleh selama bekerja dapat diterapkan di lingkungan masing-masing.







