JAKARTA, Probusmedia — Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung merespons usulan masyarakat untuk melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke kantor kecamatan.
Pramono mengatakan dirinya tidak terbiasa menyidak setiap kali mengunjungi suatu wilayah. Menurutnya, metode gaya tersebut hanya untuk kepentingan pencitraan.
Ia mengaku lebih memilih membahas permasalahan bersama camat dan pejabat terkait melalui rapat. Dari rapat tersebut nantinya menghasilkan solusi yang berdampak bagi masyarakat.
“Saya bukan orang yang sidak-sidak, itu biasanya untuk gaya-gayaan.Tapi saya pengin memecahkan, memutuskan,” kata Pramono, dikutip Jumat (6/11/2026).
Pramono juga mengaku tidak mempermasalahkan jika rapat dengan camat dan kelurahan tidak dihadiri wartawan.
Meski begitu, ia menekankan bahwa keputusan yang dihasilkan dapat memberikan manfaat bagi masyarakat.
“Pokoknya kita inilah, kita atur yang menyenangkan sama-sama,” tegasnya.
Salah satu persoalan yang dibahas dalam rapat bersama camat adalah penataan kawasan Tanah Abang, Jakarta Pusat.
Pramono memastikan penataan kawasan tersebut tidak akan menghilangkan mata pencaharian para pedagang.
Penataan akan menyasar sejumlah persoalan, mulai dari parkir liar, premanisme, hingga penjualan obat-obatan.
Penertiban kawasan Tanah Abang akan melibatkan Dinas Perhubungan, Satpol PP, Pasar Jaya, dan Sarana Jaya.
“Dalam rapat juga disetujui untuk penataan kawasan Tanah Abang, baik itu Blok A, B, C, D, E, F, G. Hal yang berkaitan dengan parkir liar, premanisme, penjualan obat-obatan, dan sebagainya,” tuturnya.







