JAKARTA, Probusmedia — Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung memastikan penataan kawasan Tanah Abang, Jakarta Pusat, tidak akan menghilangkan mata pencaharian para pedagang.
Pramono mengatakan, Pemerintah Provinsi DKI akan menata kawasan tersebut secara bertahap dengan memperhatikan keberlangsungan usaha pedagang.
Ia menjelaskan penataan Tanah Abang bakal menyasar sejumlah persoalan, seperti parkir liar, premanisme, dan penjualan obat-obatan.
Penertiban kawasan itu melibatkan Dinas Perhubungan, Satpol PP, Pasar Jaya, dan Sarana Jaya.
“Saya meyakini kalau dilakukan dengan kekerasan ataupun dengan tindakan yang berlebihan, tapi tidak disiapkan untuk para pedagang atau masyarakat itu tetap bisa mencari periuk nasinya, pasti akan kembali lagi,” kata Pramono, dikutip Jumat (6/11/2026).
Pramono mengatakan penertiban tanpa solusi bagi pedagang hanya akan membuat persoalan kembali berulang.
Dia mencontohkan penataan kawasan Kramat Jati. Saat itu, pedagang yang dipindahkan ke lokasi binaan (lokbin) mendapat fasilitas berjualan gratis selama enam bulan.
“Belajar dari penyelesaian yang ada di Kramat Jati ketika dimasukkan ke lokbin, diberikan gratis selama enam bulan dan sebagainya, itu salah satu contoh cara menyelesaikan yang ada,” ujarnya.
Menurut Pramono, pendekatan tersebut dapat menjadi contoh dalam menata kawasan Tanah Abang agar stabilitas ekonomi masyarakat tidak terganggu.
“Yang paling penting adalah kehidupannya mulai berjalan dengan baik dan juga masyarakat itu tidak kehilangan periuk nasinya,” tandasnya.







