JAKARTA, Probusmedia — Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung meminta maaf atas keterlambatan pencairan Kartu Jakarta Mahasiswa Unggul (KJMU).
Ia mengatakan, keterlambatan tersebut dipicu sejumlah persoalan administrasi dan ketidaksesuaian data penerima bantuan.
“Yang berkaitan dengan KJMU, Kartu Jakarta Mahasiswa Unggul, yang pertama Pemerintah DKI Jakarta menyampaikan permohonan maaf atas keterlambatan ini,”
kata Pramono, Selasa (3/11/2026).
Pramono menjelaskan, sekitar 1.100 rekening penerima masih menggunakan 10 digit, sedangkan nomor rekening yang berlaku saat ini terdiri atas 11 digit.
Ia juga menambahkan bahwa terdapat ketidaksesuaian Nomor Induk Kependudukan (NIK) dengan jenis kelamin, usia, dan tanggal lahir penerima.
“Sehingga kalau kemudian kita transfer pasti akan menimbulkan persoalan di lapangan,” ungkapnya.
Persoalan lainnya berkaitan dengan pembaruan desil yang menyebabkan perubahan dalam perhitungan data penerima.
Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta, kata Pramono, menemukan adanya ketidaksesuaian data RT, RW, kelurahan, dan kecamatan.
“Memang agak kompleks apa persoalannya,” tegasnya.
Ia mengakui berbagai persoalan tersebut menyebabkan pencairan KJMU mengalami keterlambatan hingga hari ketiga. Padahal, target pencairan telah ditentukan sejak Jumat (30/10/2026).
Meski terkendala sejumlah administrasi, Pramono memastikan telah memerintahkan jajarannya untuk segera menyelesaikan pencairan bantuan..
Ia memperpanjang pencairan bagi penerima KJMU hingga Selasa (3/11/2026).
Sementara itu, Pramono menargetkan pencairan bagi penerima lainnya rampung paling lambat pada Jumat (6/11/2026).
“Untuk yang lainnya, maksimum tanggal 6 harus selesai,” ujarnya.









