




Penulis
Alfredo SitompulEditor
Ponco SulaksonoJAKARTA, Probusmedia — Gempa berkekuatan magnitudo 7,7 yang mengguncang wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Sabtu (15/8/2026), melumpuhkan sejumlah akses fasilitas transportasi vital di kawasan tersebut.
Direktorat Jenderal Perhubungan Laut menginstruksikan seluruh jajaran untuk meningkatkan pemantauan terhadap sejumlah fasilitas dan bangunan di pelabuhan.
Direktur Jenderal Perhubungan Laut Muhammad Masyhud menegaskan terdapat sejumlah infrastruktur pelabuhan rusak parah imbas gempa. Akibat bencana tersebut, bangunan terminal penumpang dan dermaga di pelabuhan Laurentius Say/Maumere runtuh.
Selain itu, Pelabuhan Marapokot mengalami penurunan elevasi dan pagar pembatas mengalami kehancuran. Sementara itu Pelabuhan Marina Labuan Bajo, Reo, Ende, dan Waingapu mengalami keretakan bangunan.
“Kami telah menginstruksikan seluruh UPT terdampak untuk meningkatkan pemantauan dan memeriksa struktur vital seperti dermaga, terminal, hingga alur pelayaran,” kata Masyhud dalam keterangannya, Minggu (16/8/2026).
Masyhud melarang sejumlah fasilitas dan bangunan yang terindikasi rusak untuk beroperasi.
“Keselamatan harus menjadi prioritas kita bersama. Kami mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan mengikuti arahan petugas, khususnya di area pelabuhan yang masih dalam proses pemeriksaan,” katanya.
Sementara itu, sektor udara mencatat lima bandara terdampak gempa, yakni Bandara Komodo, H. Hasan Aroeboesman, Umbu Mehang Kunda, Frans Sales Lega, dan Bandara Soa.
Kerusakan melanda gedung terminal, fasilitas Pertolongan Kecelakaan Penerbangan dan Pemadam Kebakaran (PKP-PK), hingga keretakan pada landasan pacu Bandara Soa.
Direktur Jenderal Perhubungan Udara Lukman F.Laisa mengatakan layanan navigasi penerbangan di lima wilayah terdampak juga terpaksa dipindahkan ke area aman akibat kerusakan pada gedung menara pengawas.
“Pemeriksaan fasilitas dan navigasi terus dilakukan, sementara pengiriman bantuan disiapkan melalui skema Get Airport Ready for Disaster (GARD),” kata Lukman dalam keterangannya, Minggu (16/8/2026).
Lukman mengajak masyarakat pengguna jasa penerbangan untuk tetap tenang serta terus memantau informasi resmi dari pengelola bandara dan maskapai.