




Penulis
Fadel PrayogaEditor
Ponco SulaksonoJAKARTA, Probusmedia – Ketua Umum DPP PDI Perjuangan (PDIP) Megawati Soekarnoputri menyebut partai politik tidak boleh hanya mengandalkan intuisi dalam menentukan arah kebijakan.
Menurutnya, riset berbasis sains menjadi salah satu fondasi penting agar partai mampu membaca persoalan masyarakat secara lebih tepat.
Pernyataan itu disampaikan Megawati saat melantik pimpinan organisasi sayap dan badan partai dalam rapat Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PDIP di Kantor DPP PDIP, Menteng, Jakarta Pusat, Selasa (11/8/2026).
Megawati menekankan riset berbasis sains harus menjadi bagian penting dalam kehidupan partai politik.
Ia menilai partai politik tidak seharusnya menjalankan gerakan politik tanpa didukung penelitian yang matang.
“Sering kali orang berpikir kalau partai itu tidak memerlukan riset-riset. Padahal menurut saya, partai itu merupakan sebuah gerakan, riset itu adalah untuk sains,” ujar Megawati.
Megawati kemudian menyoroti persoalan tenaga terdidik dan akademisi yang belum mendapatkan pekerjaan di Indonesia.
Ia meminta Badan Riset dan Analisis Kebijakan (BARAK) membedah persoalan tersebut secara mendalam untuk mengetahui penyebab sekaligus mencari solusi yang tepat.
“Beberapa hari ini saya membaca di koran bahwa justru yang namanya orang-orang pintar kita itu tidak mempunyai pekerjaan sampai jumlahnya sedih sendiri melihat berita, katanya 1 juta. Ini saya sedang suruh untuk membedah sebetulnya apa alasannya tidak bisa kerja dan mengapa terjadi seperti itu,” kata Megawati.
Menurut dia, badan riset merupakan salah satu instrumen penting bagi partai untuk ikut menjawab berbagai persoalan yang dihadapi bangsa.
Karena itu, ia meminta pengurus yang baru dilantik tidak berhenti pada seremoni, tetapi segera menghasilkan kerja yang dapat memberikan manfaat.
Megawati juga menitipkan pesan kepada seluruh kader, termasuk pengurus organisasi sayap dan badan partai, agar tidak kehilangan hubungan dengan masyarakat. Ia mengingatkan rakyat merupakan sumber kekuatan utama bagi partai.
“Saya ingin menitipkan satu pesan yang sangat penting kepada seluruh kader dan seluruh Sayap dan Badan Partai: Setialah pada sumbermu. Dan sumber kekuatan kita adalah rakyat. Jangan pernah jauh dari rakyat,” ujar Megawati.
Megawati meminta para kader terus mendengar aspirasi dan memahami kehidupan masyarakat, terutama ketika rakyat menghadapi persoalan.
“Dengarkan suara rakyat. Rasakan denyut kehidupan rakyat. Hadir ketika rakyat menghadapi kesulitan. Berdiri bersama rakyat ketika rakyat membutuhkan pembelaan,” katanya.
Ia menegaskan hubungan dengan rakyat menjadi salah satu faktor penting yang menentukan kekuatan sebuah partai politik.
“Sebab, Partai yang kehilangan hubungan dengan rakyat, pada hakikatnya telah kehilangan sumber kekuatannya sendiri,” ujar Megawati menutup arahannya.
Sementara itu, Sekretaris Jenderal PDIP Hasto Kristiyanto mengatakan pelantikan pimpinan organisasi sayap dan badan partai merupakan bagian dari strategi memperkuat konsolidasi internal.
Menurutnya, keberadaan kedua unsur tersebut memiliki peran penting dalam memastikan mesin organisasi partai tetap berjalan.
Hasto menjelaskan organisasi sayap dan badan partai memiliki fungsi strategis dalam meningkatkan disiplin organisasi dan memperkuat proses kaderisasi.
Selain itu, seluruh elemen tersebut didorong untuk aktif turun ke masyarakat dan terlibat dalam menyelesaikan persoalan yang dihadapi warga.
“Organisasi sayap dan badan partai agar fokus mendampingi dan menjadi bagian dari solusi atas persoalan sehari-hari masyarakat serta menyelaraskan gerak langkahnya dengan struktur partai,” kata Hasto.
Menurut Hasto, organisasi sayap tidak boleh dipandang hanya sebagai pelengkap struktur partai.
Organisasi tersebut diharapkan mampu memperluas kerja kerakyatan PDIP sekaligus menjadi ruang kaderisasi yang disesuaikan dengan bidang dan basis sosial masing-masing.
Adapun badan partai, terutama BARAK, diarahkan untuk memperkuat tradisi pengambilan keputusan berdasarkan data dan riset.
Kajian serta analisis tersebut diharapkan dapat membantu partai membaca berbagai persoalan strategis yang dihadapi masyarakat dan bangsa.
Dalam kesempatan itu Megawati melantik Pinka Haprani sebagai Ketua Umum Taruna Merah Putih (TMP), Nasyirul Falah Amru sebagai Ketua Umum Baitul Muslimin Indonesia (Bamusi), dan kembali menunjuk Andi Widjajanto sebagai Kepala BARAK Pusat PDIP periode 2025–2030.
Pelantikan tersebut menjadi bagian dari konsolidasi internal PDIP untuk memperkuat kaderisasi sekaligus memperluas kerja partai di tengah masyarakat.