JAKARTA, Probusmedia — Pengamat politik UIN Syarif Hidayatullah Jakarta Adi Prayitno menilai keputusan Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) membuka status keanggotaannya di Partai Solidaritas Indonesia (PSI) berkaitan dengan upaya meningkatkan elektabilitas partai tersebut.
Diketahui, hasil survei terbaru Poltracking elektabilitas PSI hanya sebesar 2,3 persen.
Menurut Adi, Jokowi tampaknya melihat elektabilitas PSI belum mengalami peningkatan yang signifikan meski dirinya beberapa kali menghadiri kegiatan partai tersebut.
Adi menilai pengungkapan status sebagai kader secara terbuka menjadi salah satu langkah yang dapat digunakan untuk mendorong perolehan dukungan terhadap PSI.
“Satu per satu Jokowi keluarkan jurus pamungkasnya untuk meningkatkan elektabilitas PSI. Jokowi sepertinya berhitung PSI belum melesat meski Jokowi sudah blusukan dan suka hadir acara PSI tanpa ber KTA resmi,” kata Adi saat dihubungi, Minggu (27/9/2026).
Adi menyebut sejumlah hasil survei yang dirujuknya masih menunjukkan elektabilitas PSI berada di bawah 3 persen.
Menurut dia, pengakuan terbuka Jokowi sebagai anggota PSI diharapkan dapat memberikan dorongan terhadap tingkat keterpilihan partai tersebut.
“Sepertinya Jokowi meyakini kalau resmi nyatakan sudah PSI bakal menderek elektabilitas partai Gajah,” ujarnya.
Adi memprediksi masih ada langkah lain yang mungkin ditempuh Jokowi apabila pengungkapan status keanggotaan tersebut belum memberikan dampak yang diharapkan terhadap elektabilitas PSI.
Salah satu kemungkinan yang dia soroti adalah Jokowi mengambil posisi sebagai Ketua Umum PSI.
Menurut Adi, wacana mengenai Jokowi menjadi Ketua Umum PSI memang telah berkembang di kalangan relawan dan pendukungnya.
Mereka disebut meyakini posisi tersebut dapat semakin memperkuat peluang PSI dalam menghadapi kontestasi politik mendatang.
“Relawan dan pendukung Jokowi sepertinya yakin bahwa PSI bakal lolos jika Jokowi jadi ketua umum PSI,” katanya.
Sebelumnya, Jokowi memamerkan KTA PSI saat menghadiri Rapat Koordinasi Daerah (Rakorda) konsolidasi PSI Jawa Barat di Hotel Grand Pasundan, Bandung, Sabtu (26/9/2026).
Kartu tersebut ditunjukkan Jokowi di hadapan kader PSI sekaligus menjadi penegasan mengenai status keanggotaannya di partai tersebut.
Jokowi menyatakan dirinya telah tercatat sebagai anggota PSI sejak sekitar satu tahun sebelumnya.
“Banyak yang enggak percaya, sekarang saya buka saja kartu anggota saya ini. Jokowi masih kurang jelas? Masih kurang jelas? Nih, saya tunjukkan,” kata Jokowi dalam konsolidasi partai di Hotel Grand Pasundan, Sabtu (26/9).
Jokowi kemudian memperlihatkan rincian identitas yang tercantum pada KTA tersebut kepada peserta konsolidasi.
Kartu itu mencantumkan nomor keanggotaan S337220257777777 dengan tanggal registrasi 14 Oktober 2025.




