JAKARTA, Probusmedia — Menteri Hak Asasi Manusia (HAM) Natalius Pigai mengaku tidak gentar dengan isu perombakan kabinet yang kembali mencuat.
Ia bahkan menegaskan siap menerima apa pun keputusan Presiden Prabowo Subianto terkait posisinya sebagai menteri.
“Tidak ada (takut dicopot Prabowo). Kalau saya takut, untuk apa saya ke Bali? Mending tunggu, lihat-lihat handphone di Jakarta saja,” kata Pigai di Bali, Jumat (2/10/2026).
Di tengah isu reshuffle, Pigai mengaku tetap fokus menjalankan tugasnya sebagai Menteri HAM. Ia tidak ingin aktivitasnya terganggu oleh spekulasi mengenai kemungkinan pergantian posisi dalam kabinet.
“Saya kemarin datang ke sini saya tidak pernah mikir posisi saya akan berubah atau tidak, saya kerja saja. Karena saya tahu Presiden yang menilai,” kata Pigai.
Pigai mengatakan dirinya tidak mempermasalahkan jika terjadi perubahan komposisi kabinet. Sebab, kewenangan posisi menteri sepenuhnya berada dalam ranah prerogatif Presiden.
Ia menilai evaluasi terhadap kinerja setiap menteri juga merupakan kewenangan Presiden sebagai pemegang otoritas pemerintahan.
Karena itu, Pigai menyerahkan penilaian atas kinerjanya kepada Prabowo tanpa terpengaruh isu reshuffle yang berkembang.
“Presiden yang memiliki kapasitas, otoritas, hak prerogatif untuk menilai KPI (Key Performance Index) para menteri dinilai oleh Presiden,” ujarnya.
Menurut dia, survei maupun pemberitaan media tidak dapat menjadi dasar utama bagi Presiden dalam mengevaluasi para menterinya.
“Pak Prabowo itu intelektual. Intelektual itu menilai berbasis kepada data. Oleh karena itulah penilaian-penilaian itu kepada Presiden, bukan oleh survei, bukan oleh wartawan,” katanya.
Dalam reshuffle kabinet yang digelar di Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis (1/10/2026), terdapat tiga menteri yang dicopot Prabowo dan tidak lagi mendapat posisi dalam pemerintahan.
Reshuffle kabinet yang ketujuh tersebut mencakup sejumlah jabatan strategis, mulai dari menteri koordinator, menteri, hingga pejabat setingkat menteri dan pimpinan lembaga.
Dari sejumlah pejabat yang berganti, tiga nama yang tak lagi masuk dalam susunan kabinet adalah Pratikno, Djamari Chaniago, dan Agus Gumiwang Kartasasmita.




