JAKARTA, Probusmedia — Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Sudaryono menegaskan lembaganya akan lebih ketat menggunakan anggaran program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Ia memastikan BGN tidak akan menghamburkan uang negara untuk pengadaan yang dinilai tidak diperlukan seperti yang terjadi pada periode sebelumnya.
Sudaryono menyatakan BGN tidak menutup kemungkinan melakukan efisiensi terhadap anggaran MBG untuk tahun depan.
Menurut dia, efisiensi dapat dilakukan selama tidak mengurangi manfaat program bagi masyarakat.
Pernyataan itu disampaikan Sudaryono saat menanggapi masa depan anggaran MBG di bawah Menteri Keuangan (Menkeu) Suahasil Nazara.
Sebelumnya, ketika posisi Menkeu masih dipegang Purbaya Yudhi Sadewa, muncul wacana menekan anggaran BGN hingga di bawah Rp200 triliun.
“Kita enggak mau anggaran jor-joran juga kayak yang lalu-lalu. Pengadaan yang nggak perlu, sudah enggak mungkin kita lakukan itu,” ujar Sudaryono di Gedung DPR, Jakarta, Kamis (17/9/2026).
Menurut dia, besar kecilnya anggaran tetap harus dipandang sebagai uang negara yang bersumber dari rakyat.
Karena itu, ia menyatakan akan memastikan setiap anggaran BGN dipertanggungjawabkan dan digunakan dengan sebaik-baiknya.
“Kami intinya gini, semua anggaran, mau besar, mau kecil, itu uang negara, uang rakyat. Tentu saja saya sebagai Kepala BGN harus mempertanggungjawabkan anggaran itu sebaik mungkin. Kalau memang anggarannya jauh lebih sedikit terus manfaatnya lebih besar, tentu saja kita maunya begitu,” imbuhnya.
Sebelumnya, Purbaya Yudhi Sadewa sempat mewacanakan agar anggaran program MBG pada 2027 ditekan hingga di bawah Rp200 triliun.
Saat itu, Purbaya menyebut alokasi MBG 2027 sekitar Rp240 triliun masih dapat diefisienkan melalui penghematan anggaran dan pemanfaatan teknologi.




