JAKARTA, Probusmedia — Presiden Prabowo Subianto mengusulkan Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Komjen Suyudi Ario Seto sebagai calon Kapolri kepada DPR.
Penulis
Fadel PrayogaEditor
Ponco SulaksonoJAKARTA, Probusmedia — Presiden Prabowo Subianto mengusulkan Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Komjen Suyudi Ario Seto sebagai calon Kapolri kepada DPR.
Suyudi langsung menjalani fit and proper test alias uji kelayakan dan kepatutan di Komisi III DPR, Kamis (1/10/2026).
Ketua Komisi III DPR RI Habiburokhman mengatakan pimpinan DPR menerima Surat Presiden terkait pergantian dan pengangkatan dalam jabatan Kapolri tertanggal 30 September.
Surat tersebut selanjutnya menjadi dasar bagi pihaknya untuk menjalankan proses uji kelayakan terhadap jenderal bintang tiga tersebut.
“Pagi ini pimpinan DPR menerima surat dari presiden tertanggal 30 September perihal usulan pemberhentian dari jabatan dan pengangkatan dalam jabatan Kapolri,” kata Habiburokhman kepada wartawan, Kamis (1/10/2026).
Ia mengatakan surat tersebut juga berisi penugasan kepada Komisi III DPR RI untuk melaksanakan uji kelayakan dan kepatutan terhadap Komjen Suyudi.
Proses tersebut menjadi tahapan DPR setelah menerima surat usulan dari Presiden.
“Menugaskan Komisi III melaksanakan uji kelayakan Komjen Pol Suyudi,” ujar Habiburokhman.
Komjen Suyudi Ario Seto sebelumnya menjabat Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) dan sempat disebut-sebut sebagai salah satu kandidat pengganti Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo.
Namun, Suyudi pernah membantah informasi yang beredar di media sosial mengenai pencalonannya sebagai Kapolri.
“Saya sampaikan pada kesempatan ini, isu tersebut tidak benar ya. Saya sedang fokus melaksanakan tugas di BNN RI,” kata Suyudi kepada wartawan, Senin (15/9/2025).
Suyudi juga meminta dukungan masyarakat agar dapat menjalankan tugasnya secara optimal dalam memberantas peredaran narkotika di Indonesia.
Ia kembali menegaskan bahwa kabar mengenai dirinya sebagai calon pengganti Kapolri pada saat itu tidak benar.
“Tolong dukung saya. Jadi sekali lagi saya sampaikan bahwa berita itu tidak benar,” jelas Suyudi.