JAKARTA, Probusmedia — Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas) mendorong Kapolri Jenderal Suyudi Ario Seto melanjutkan sejumlah program yang telah dijalankan pada era Jenderal Listyo Sigit Prabowo.
Komisioner Kompolnas Choirul Anam mengatakan program yang dinilai baik perlu diperkuat dan dibuat lebih konkret di bawah kepemimpinan Suyudi.
“Kompolnas berharap Pak Suyudi bisa melanjutkan apa yang terbaik diberikan Pak Listyo Sigit, memperkuatnya dan menjadikan di beberapa titik lebih konkret,” ujar Anam saat dihubungi, Kamis (1/10/2026).
Menurutnya, salah satu program yang perlu dilanjutkan adalah digitalisasi di lingkungan Polri.
Menurut dia, digitalisasi seharusnya tidak hanya berorientasi pada pembenahan internal, tetapi juga diarahkan untuk mempermudah masyarakat dalam mendapatkan pelayanan kepolisian.
Perlindungan Perempuan dan Anak
Selain digitalisasi, Anam menilai perlindungan terhadap perempuan dan anak sebagai kelompok rentan perlu mendapat perhatian lebih besar.
Dia mendorong perluasan Direktorat Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) di lingkungan kepolisian hingga ke seluruh wilayah.
“Zamannya Listyo Sigit itu ada penguatan PPA di polda-polda yang masih terbatas, dan itu bisa dilanjutkan agar semua polda bisa memilikinya. Bahkan tidak hanya level polda, bahkan level polres sehingga merata kebutuhannya,” kata Anam.
Menurut dia, keberadaan unit khusus tersebut penting karena berkaitan langsung dengan kebutuhan masyarakat, terutama perempuan dan anak yang membutuhkan perlindungan.
“Karena itu juga kebutuhan masyarakat, khususnya kelompok yang rentan, perempuan dan anak,” ujar dia.
Pengawasan Anggota Polri
Anam juga meminta Suyudi memperkuat pengawasan terhadap anggota Polri, baik melalui mekanisme internal maupun eksternal.
Menurut dia, pengawasan diperlukan untuk mencegah terjadinya pelanggaran sekaligus memastikan adanya tindakan atau sanksi ketika pelanggaran terjadi.
“Di samping itu juga penting ada proses pencegahan pengawasan internal oleh Propam. Kalau pengawasan eksternal memperkuat Kompolnas menggunakan skema dari rekomendasi Komite Reformasi Kepolisian. Itu juga penting,” tutur Anam.
Bekal Pengalaman
Anam menilai Suyudi memiliki pengalaman yang cukup untuk melanjutkan berbagai program tersebut.
Menurut dia, pengalaman Suyudi di tingkat daerah, Mabes Polri, hingga saat menjabat Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) dapat menjadi bekal dalam memimpin Polri.
“Saya kira Pak Suyudi bukan orang baru dalam dunia pelayanan. Pendekatan kepada masyarakat, proses digitalisasi, proses penegakan hukum dan sebagainya,” kata Anam.




